Rektor UIN Syahada Tekankan Integritas, Profesionalitas, dan Pengabdian dalam Pembinaan PNS Formasi 2024
Padangsidimpuan, 30 Oktober 2026 – Dalam rangka meningkatkan kapasitas, integritas, profesionalitas, serta membangun karakter Aparatur Sipil Negara yang berdedikasi dan bertanggung jawab, Tim Kerja Sumber Daya Manusia Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan melaksanakan kegiatan Pembinaan Pegawai Negeri Sipil bagi pegawai formasi tahun 2024. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Biro UIN Syahada pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Kegiatan pembinaan ini diikuti oleh 27 PNS Angkatan Formasi 2024 yang berada di lingkungan UIN Syahada. Pembinaan tersebut menjadi salah satu langkah strategis lembaga dalam memberikan penguatan pemahaman kepada para ASN baru mengenai tugas, fungsi, tanggung jawab, serta nilai-nilai budaya kerja yang harus diterapkan dalam menjalankan pengabdian di lingkungan Kementerian Agama, khususnya di UIN Syahada Padangsidimpuan.

Rektor UIN Syahada, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag., dalam arahan dan pembinaannya menyampaikan bahwa menjadi seorang ASN bukan sekadar memperoleh status sebagai pegawai pemerintah, melainkan merupakan amanah dan tanggung jawab besar untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, negara, dan institusi tempat bertugas.
Rektor menegaskan bahwa sebagai ASN yang baru bergabung di lingkungan UIN Syahada, seluruh peserta harus memiliki semangat pengabdian, komitmen, dan kesungguhan dalam membangun masa depan karier sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan lembaga.
Dalam arahannya, Rektor menyampaikan beberapa pesan penting yang perlu menjadi perhatian dan pedoman bagi seluruh PNS Formasi 2024.
Pertama, fokus mengabdi kepada lembaga. Rektor mengingatkan agar seluruh ASN baru menjadikan UIN Syahada sebagai tempat untuk berkarya, mengembangkan potensi, dan menunjukkan dedikasi terbaik. Setiap pegawai harus memiliki orientasi pengabdian yang jelas serta mampu memahami bahwa keberadaan mereka merupakan bagian penting dari proses pembangunan dan pengembangan institusi.
Menurutnya, para ASN perlu mulai menata dan merencanakan tahapan perjalanan karier sejak dini. Jenjang karier tidak cukup hanya dinantikan, tetapi harus dipersiapkan melalui peningkatan kompetensi, kedisiplinan, prestasi, dan hasil kerja yang berkualitas. Oleh karena itu, setiap pegawai hendaknya terus mengembangkan kemampuan diri serta menghasilkan karya-karya terbaik yang memberikan manfaat bagi lembaga.
Kedua, memperluas pergaulan dan membangun jejaring (networking). Rektor berpesan agar para ASN tidak membatasi diri dalam lingkungan kerja masing-masing, tetapi harus mampu membangun komunikasi, memperluas pergaulan, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak di lingkungan kampus maupun di luar kampus.
Secara khusus kepada para dosen, Rektor mengingatkan pentingnya membangun jejaring akademik dan meningkatkan keterlibatan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu unsur utama Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dosen tidak hanya dituntut menjalankan tugas pendidikan dan pengajaran serta penelitian, tetapi juga harus hadir memberikan kontribusi dan solusi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Dengan memperluas jaringan dan membangun kolaborasi, para ASN diharapkan dapat meningkatkan wawasan, pengalaman, serta kapasitas profesional yang pada akhirnya turut mendukung kemajuan UIN Syahada.
Ketiga, menghidupkan dan mengimplementasikan lima budaya kerja Kementerian Agama. Rektor menekankan bahwa setiap ASN harus menjadikan lima nilai budaya kerja Kementerian Agama sebagai pedoman sekaligus bagian dari kepribadian dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
Kelima budaya kerja tersebut meliputi:
- Integritas, yaitu memiliki keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan, serta senantiasa menjunjung tinggi kejujuran dan komitmen dalam menjalankan amanah.
- Profesionalitas, yaitu bekerja dengan kompetensi, disiplin, tanggung jawab, dan berorientasi pada hasil kerja yang berkualitas.
- Inovasi, yaitu memiliki kemampuan dan keberanian untuk menghadirkan gagasan serta terobosan baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja lembaga.
- Tanggung Jawab, yaitu melaksanakan setiap tugas dan kewajiban dengan sungguh-sungguh, penuh kesadaran, serta siap mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan.
- Keteladanan, yaitu menjadi contoh yang baik melalui sikap, perilaku, kedisiplinan, etika, dan komitmen dalam kehidupan kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Rektor menegaskan bahwa kelima budaya kerja tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan atau sekadar tulisan yang terpampang di lingkungan perkantoran. Lebih dari itu, nilai-nilai tersebut harus benar-benar hidup, tercermin, dan diwujudkan dalam perilaku setiap ASN ketika melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan.
“Sebagai ASN Kementerian Agama yang bertugas di UIN Syahada, kita harus mampu menjadikan integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan sebagai bagian dari kepribadian kita. Kelima nilai ini harus melekat dalam diri setiap pegawai sehingga kehadiran kita benar-benar memberikan manfaat bagi lembaga dan masyarakat,” demikian pesan Rektor dalam arahannya.
Lebih lanjut, Rektor berharap para PNS Formasi 2024 dapat menjadi generasi ASN yang memiliki semangat pembaruan, etos kerja yang tinggi, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis. Sebagai bagian dari keluarga besar UIN Syahada, para pegawai baru diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan administratif, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kemajuan institusi secara keseluruhan.

Pembinaan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa memiliki (sense of belonging), membangun kebersamaan, serta menumbuhkan kesadaran bahwa kemajuan sebuah perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh pimpinan, tetapi merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur sivitas akademika dan tenaga kependidikan.
Melalui kegiatan pembinaan PNS Formasi 2024 ini, UIN Syahada berharap seluruh ASN baru mampu memahami posisi dan perannya sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian Agama. Setiap pegawai diharapkan dapat bekerja dengan penuh keikhlasan, menjaga nama baik institusi, meningkatkan kompetensi, serta senantiasa mengedepankan pelayanan yang prima.
Pada akhirnya, pembinaan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan menjadi titik awal bagi terbentuknya karakter ASN yang berintegritas, profesional, inovatif, bertanggung jawab, dan mampu menjadi teladan. Dengan semangat pengabdian dan budaya kerja yang kuat, para PNS Formasi 2024 diharapkan mampu memberikan energi baru bagi UIN Syahada dalam mewujudkan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang unggul, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara. (mr)


