Apel Pagi UIN Syahada: Mengoreksi Doa, Meneguhkan Integritas ASN
Padangsidimpuan, 14 September 2026 – Apel pagi di lingkungan Biro Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran spiritual, meningkatkan integritas, serta meneguhkan komitmen Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Dalam apel yang dilaksanakan pada Senin, 14 September 2026, Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) UIN Syahada, Ali Asrun Lubis, M.Pd., bertindak sebagai pembina apel. Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh peserta apel untuk melakukan introspeksi diri, khususnya dalam mengoreksi doa, sikap, dan perilaku yang menyertai setiap ikhtiar dalam kehidupan maupun pelaksanaan tugas kedinasan.
Mengoreksi Doa melalui Kisah Ibrahim bin Adham
Mengawali amanatnya, Ali Asrun Lubis menyampaikan kisah inspiratif tentang Ibrahim bin Adham, seorang sufi dan ulama besar yang dikenal karena kezuhudan, ketakwaan, dan kehati-hatiannya dalam menjalani kehidupan.
Dikisahkan, pada suatu hari Ibrahim bin Adham melakukan perjalanan menuju Masjidil Aqsa. Dalam perjalanan tersebut, ia membeli kurma dari seorang pedagang. Setelah kurma ditimbang dan dimasukkan ke dalam keranjang, ia melihat sebutir kurma tercecer di bawah timbangan.
Ibrahim bin Adham mengira bahwa kurma tersebut merupakan bagian dari kurma yang telah dibelinya. Tanpa menyadari bahwa kurma itu bukan miliknya, ia pun memakannya.
Beberapa waktu kemudian, ketika sedang beribadah, Ibrahim bin Adham mendapatkan sebuah pelajaran spiritual yang mendalam. Dalam kisah tersebut, ia mendengar bisikan yang menyampaikan bahwa doanya tidak dikabulkan karena pernah memakan sebutir kurma yang bukan menjadi haknya.
Kisah ini, menurut Ali Asrun Lubis, mengandung pesan moral yang sangat penting tentang kehati-hatian dalam memperoleh dan menggunakan sesuatu, sekaligus mengingatkan bahwa keikhlasan dalam beribadah harus berjalan seiring dengan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. “Kisah Ibrahim bin Adham ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa doa tidak dapat dipisahkan dari sikap dan perbuatan. Apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam melaksanakan pekerjaan, harus senantiasa berada dalam koridor kejujuran dan kebenaran,” pesan Ali Asrun Lubis dalam amanatnya
Integritas ASN Dimulai dari Kejujuran
Lebih lanjut, pembina apel mengajak seluruh ASN di lingkungan UIN Syahada untuk menjadikan kisah tersebut sebagai bahan renungan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara.
Menurutnya, integritas bukan sekadar slogan melainkan nilai yang harus diwujudkan melalui sikap, ucapan, dan tindakan nyata. Kejujuran, kepatuhan terhadap aturan, serta kesungguhan dalam melaksanakan amanah merupakan bagian penting dari upaya membangun aparatur yang profesional.
Ia menegaskan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan oleh ASN memiliki konsekuensi moral dan tanggung jawab, baik kepada institusi maupun kepada Allah Swt.
“Mari kita menjadi ASN yang berintegritas, jujur dalam melaksanakan pekerjaan, serta senantiasa taat asas. Semua yang kita perbuat akan dipertanggungjawabkan, bukan hanya di hadapan manusia, tetapi juga di hadapan Allah Swt.” tegasnya.
Ali Asrun Lubis juga mengingatkan bahwa doa yang dipanjatkan kepada Allah Swt. harus diiringi dengan ikhtiar, perilaku yang baik, serta usaha untuk menjauhi segala bentuk perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai kejujuran dan amanah.
Ia berharap, melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, seluruh ASN UIN Syahada dapat semakin memahami pentingnya integritas dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang baik. Nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan diharapkan menjadi landasan dalam setiap pelaksanaan tugas. Apel pagi tersebut ditutup dengan ajakan untuk menjadikan pekerjaan sebagai amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan. Dengan membangun keselarasan antara doa, ikhtiar, dan perilaku, seluruh keluarga besar UIN Syahada diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan institusi serta mewujudkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berintegritas.(mr)

