Apel Pagi, Kepala Biro UAPK UIN Syahada Tekankan ASN Bekerja Ikhlas dan Bermanfaat
Padangsidimpuan, 31 Agustus 2026 — Kepala Biro Umum, Akademik, Perencanaan dan Keuangan Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Ali Murni, S.Ag., M.AP., menekankan pentingnya membangun etos kerja yang dilandasi keikhlasan, tanggung jawab, dan orientasi pada kemanfaatan bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan UIN Syahada Padangsidimpuan.
Pesan tersebut disampaikan Ali Murni saat bertindak sebagai pembina apel pagi di lingkungan biro UIN Syahada Padangsidimpuan, Senin (31/8/2026).

Dalam amanatnya, Ali Murni mengingatkan bahwa setiap ASN harus bekerja dengan sungguh-sungguh dan melayani dengan hati yang ikhlas, sejalan dengan motto Kementerian Agama, “Ikhlas Beramal.” Menurutnya, ikhlas dalam bekerja bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku nyata dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab.
“Bekerjalah dengan ikhlas sesuai dengan motto Kementerian Agama, Ikhlas Beramal. Jangan bekerja dengan cara mengakali pekerjaan, apalagi berpura-pura bekerja. Demikian juga, bekerja hanya untuk mendapatkan pujian dari orang lain bukanlah maksud dan tujuan kita sebagai ASN,” tegasnya.
Ia menambahkan, ASN perlu memahami bahwa pekerjaan yang diemban merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik secara kedinasan maupun secara moral dan spiritual. Karena itu, setiap tugas hendaknya dilaksanakan secara profesional, jujur, dan penuh tanggung jawab tanpa menjadikan penilaian atau pujian manusia sebagai tujuan utama.
UIN Syahada sebagai Ladang Pengabdian
Ali Murni juga mengajak seluruh ASN untuk memandang UIN Syahada bukan semata-mata sebagai tempat bekerja, tetapi sebagai sawah dan ladang pengabdian tempat setiap pegawai mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga.
“UIN Syahada ini adalah sawah dan ladang kita, tempat kita mencari nafkah untuk diri dan keluarga. Karena itu, sudah sepatutnya pekerjaan ini kita seriusi. Gaji yang kita terima harus kita imbangi dengan kerja yang sungguh-sungguh, sehingga apa yang kita terima menjadi sesuatu yang bernilai ibadah,” ujarnya.
Menurutnya, keseimbangan antara hak dan kewajiban harus menjadi kesadaran bersama. ASN memiliki hak berupa penghasilan dan fasilitas sesuai ketentuan, namun di sisi lain terdapat kewajiban untuk memberikan kinerja terbaik bagi lembaga dan masyarakat.
Kesungguhan dalam bekerja, lanjutnya, tidak hanya berdampak pada pencapaian target organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari pertanggungjawaban seorang ASN kepada keluarga, masyarakat, negara, dan Allah subhanahu wata’ala sebagai sang khaliq kita. (mr)


