Dari Ketahanan Keluarga hingga Pelestarian Lingkungan, DWP UIN Syahada Cetak Sejarah Baru di Tingkat Fakultas dan Pascasarjana

Padangsidimpuan, 11 Juni 2026.Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan kembali mencetak sejarah. Untuk pertama kalinya, kepengurusan Unsur Pelaksana DWP di tingkat Fakultas dan Pascasarjana resmi dibentuk dan dilantik pada Kamis (11/6/2026).

Bertempat di Aula Biro UIN Syahada Padangsidimpuan, prosesi pelantikan yang berlangsung mulai pukul 14.30 WIB ini diawali dengan lagu indonesia raya dan dan kumandang Mars DWP. Langkah perluasan struktur ini bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan sebuah lompatan besar untuk mengintegrasikan peran perempuan dalam mewujudkan visi kampus—mulai dari membangun ketahanan moral di keluarga hingga aksi nyata pelestarian lingkungan.

Ketua DWP UIN Syahada Padangsidimpuan, Ny. JWS Rizki Sumper Mulia,dalam arahannya yang lugas dan menggugah, ia mengingatkan bahwa pembentukan pengurus di empat fakultas dan satu pascasarjana ini adalah wadah untuk merajut kekuatan.

“Pelantikan dan pembentukan di unit-unit ini bukan untuk membuat kita saling berkompetisi. Tidak. Yang saya minta adalah bagaimana kita semua berinovasi, bagaimana kita semua berkontribusi untuk memajukan kampus UIN Syahada Padangsidimpuan dengan peran kita masing-masing. Mari kita bergandengan tangan dan bersinergi,” tegas Ny. JWS Rizki Sumper Mulia.

Menyoroti peran strategis perempuan, Ny. JWS Rizki Sumper Mulia memberikan penekanan khusus bahwa tanggung jawab membesarkan nama institusi tidak hanya bertumpu pada istri pegawai, tetapi juga memanggil peran aktif para Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan di lingkungan kampus.

Sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Padangsidimpuan, ia mengingatkan bahwa setiap tindak-tanduk sivitas akademika dan keluarganya memiliki dampak sosial yang besar di mata masyarakat. Oleh karena itu, ketahanan keluarga menjadi fondasi yang tak bisa ditawar, terutama dalam mendukung program prioritas Kementerian Agama terkait penguatan moderasi beragama.

“Kita sebagai perempuan, sebagai ibu, adalah madrasah pertama bagi anak-anak dan generasi kita. Maka pantaskanlah diri kita sebagai madrasah dan teladan. Mari kita bangun komitmen bahwa kita semua adalah orang-orang yang memang pantas dan layak diberikan amanah ini,” ujarnya mengingatkan para pengurus untuk selalu menjunjung toleransi dan tidak membedakan suku, golongan, maupun status sosial.

Satu hal yang paling menarik dari pelantikan ini adalah instruksi langsung dari Ketua DWP untuk segera bekerja nyata (action) tanpa harus menunggu rapat-rapat seremonial lanjutan. Ny. JWS Rizki Sumper Mulia langsung memaparkan program inovatif yang selaras dengan paradigma keilmuan kampus, Teo-Antroposentris, khususnya pada aspek ekoteologi (teologi lingkungan).

Tidak hanya di tataran konsep, nilai ekoteologi ini langsung diterjemahkan ke dalam program pelestarian lingkungan yang sangat dekat dengan keseharian perempuan, yakni pengadaan dan kampanye pembalut kain pakai ulang (reusable).

“Tidak perlu menunggu jadwal pertemuan, silakan tunjukkan kontribusi terbaiknya. Program kita yang paling dekat ini adalah pengadaan pembalut kain yang bisa dipakai berkali-kali,” ungkapnya. Langkah ini membuktikan bahwa pengurus DWP UIN Syahada Padangsidimpuan mampu memadukan pemahaman keagamaan, kesehatan reproduksi, dan pelestarian alam dalam satu tarikan napas.

Di penghujung sambutannya, Ny. JWS Rizki Sumper Mulia menaruh harapan besar agar sinergi antar-pengurus yang baru dilantik dapat terus terjaga. Ia mendoakan agar seluruh anggota senantiasa diberikan kesehatan dan rida Allah SWT untuk melaksanakan tugas dengan penuh amanah dan dedikasi.