UIN Syahada Kirim Delegasi Mahasiswa untuk KKN Internasional Tahun 2025
Padangsidimpuan/17/07/2025 Rektor Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan Prof. Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag, melepas 4 Mahasiswa dari 4 Fakultas dalam misi KKN Internasional Tahun 2025 yang berlokasi di Kabupaten Pesawaran Propinsi Lampung, Kamis (17/07/2025).
Kegiatan pelepasan mahasiswa KKN Internasional berlangsung di ruang kerja Rektor, Gedung Rektorat, Kampus UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Acara ini turut dihadiri oleh para Wakil Rektor, Kepala Biro UAPK, para Dekan Fakultas, Kepala Bagian Umum dan Akademik, serta Ketua LPPM beserta tim selaku penanggung jawab kegiatan.
Keempat mahasiswa yang mengikuti KKN Internasional tersebut adalah Salsabila Islami dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Dwi Chalista dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Putri Maya Sari Tanjung dari Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH), serta M. Anjas Wa’dah Lubis dari Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK). Adapun tema KKN Internasional tahun ini adalah “Developing Educotourism Villages for Climate Change Mitigation.”
Keempat mahasiswa tersebut akan bergabung dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, serta mahasiswa internasional dari enam negara, yaitu Yaman, Thailand, Myanmar, Malaysia, Nigeria, dan Palestina.
Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag, menyampaikan harapannya agar seluruh mahasiswa peserta KKN Internasional Tahun 2025 dapat menjadi agen perubahan di lokasi penempatan. Beliau menekankan pentingnya melakukan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengajaran, pendampingan, serta keterlibatan aktif dalam setiap proses pelaksanaan program KKN di lokasi masing-masing.
Beliau juga mengarahkan agar para mahasiswa peserta KKN Internasional 2025 dapat membawa dan memperkenalkan nama baik UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) di kancah internasional. “Tunjukkan jati diri bahwa UIN Syahada merupakan institusi yang unggul di mata dunia. Bangun komunikasi yang aktif dengan sesama peserta KKN Internasional, dan jalin jaringan (networking) yang kuat untuk masa depan kalian,” pesan Rektor.
Rektor juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mempromosikan kampus melalui potensi dan keterampilan yang dimiliki. Beliau menyampaikan bahwa setiap mahasiswa adalah duta kampus yang membawa citra dan nama baik UIN Syahada ke tingkat internasional. “Manfaatkan seluruh kemampuan, baik dalam bidang akademik, sosial, maupun digital, untuk menunjukkan kualitas UIN Syahada. Jadilah contoh yang mencerminkan keunggulan kampus kita di hadapan dunia,” ujar Rektor.
Sementara itu, Ketua LPPM UIN Syahada, Prof. Dr. Arbanurrasyid, M.A., dalam laporannya menyampaikan bahwa empat mahasiswa yang ditetapkan sebagai peserta KKN Internasional merupakan delegasi terbaik yang dipilih dari empat fakultas. Mereka dinilai telah memenuhi kualifikasi dan layak untuk diberangkatkan mengikuti program KKN Internasional Tahun 2025 di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.
Para mahasiswa diharapkan senantiasa menjaga etika, sopan santun, serta menjunjung tinggi nilai-nilai yang mencerminkan identitas mahasiswa UIN Syahada selama berada di tengah masyarakat lokasi KKN. Selain itu, mereka juga dituntut untuk menjaga moralitas serta mampu memperkenalkan budaya akademik dan sistem pendidikan yang telah diperoleh di UIN Syahada. Yang tak kalah penting, para peserta KKN harus menjadi representasi yang baik dan menjaga nama baik kampus di tingkat nasional maupun internasional.
Program KKN Internasional merupakan upaya strategis untuk mengintegrasikan pengalaman belajar mahasiswa ke tingkat global. Program ini dirancang guna memperluas wawasan, memperkaya pengalaman lintas budaya, serta mengembangkan kemampuan kepemimpinan para peserta di lingkungan internasional..
Sinergi yang harmonis antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan kelompok masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan KKN Internasional. Program-program yang dijalankan harus mampu menghadirkan solusi kreatif dan tepat sasaran terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Alternatif solusi tersebut juga harus menghormati keragaman budaya, kearifan lokal, serta mempertimbangkan konteks global yang berlaku. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai agen perubahan di tingkat nasional, tetapi juga internasional, sekaligus memperkuat pencapaian visi program “Developing Educotourism Villages for Climate Change Mitigation.”
(mr)

