Prodi HKI adakan Workshop Peninjauan Kurikulum Berbasis OBE
Program Studi (Prodi) Pendidikan Hukum Keluarga Islam (HKI) Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan mengadakan Workshop Peninjauan Kurikulum Prodi HKI Pascasarjana Program Magister Tahun 2024. Acara digelar pada Sabtu, 18 Mei 2024, berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting .
Kegiatan Workshop ini diikuti oleh peserta yang berasal dari Mahasiswa Prodi HKI, Para Dosen, Praktisi Hukum dan juga dari Pengadilan Agama. Adapun tema Kegiatan adalah: “Menuju Kurikulum HKI Unggul Berbasis Outcome Based Education (OBE)”.
Acara secara resmi dibuka oleh Prof.Dr. H. Ibrahim Siregar, MCL. selaku Direktur Pascasarjana, dalam sambutannya menyampaikan, pelaksanaan penjaminan mutu program studi yang sedang diamanahkan kepada kita di lingkungan Pascasarjana pada saat ini sebagai salah satu upaya yang kita lakukan adalah meninjau kembali kurikulum yang sudah sekian lama `kita gunakan dalam proses pembelajaran dalam program studi HKI. Kurikulum yang sudah berjalan ini ingin kita tinjau kembali dalam rangka menjamin mutu yang selalu update untuk merespon masyarakat kita dan kecenderungan bagaimana trend terkait HKI ini serta bagaimana problematika dan dinamika yang berkembang. Sebagai langkah-langkah penjaminan mutu melakukan PDCA (Plan, Do, Check and Act). Kita berada pada tahap check (meninjau) sebagai rangkaian tindak lanjut dari apa yang sudah dilaksanakan selama ini.
“Proses pengkajian kurikulum ini suatu keniscayaan dari prodi-prodi yang ada khususnya Prodi HKI yang tengah melakukan workshop pada hari ini. Harapannya semoga workshop ini sebuah kesempatan berharga yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan output kegiatan yang bisa diterapkan di masa mendatang,” tegas Ibrahim Siregar.
Masuk ke tema bahasan, Dr. Syafruddin Syam M.Ag selaku narasumber yang merupakan Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sumatera Utara sekaligus sebagai asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menyampaikan dalam bidang pendidikan, kurikulum diartikan sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai capaian pembelajaran lulusan. Bahan kajian, proses, dan penilaiain yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan program studi.
“Berbicara tentang kurikulum sesungguhnya tidak ada satu kurikulum yg paling hebat, masing masing Perguruan Tinggi punya karakteristik tersendiri, setiap Kurikulum itu harus dievaluasi dan pemutakhiran secara berkala tiap 4 s.d 5 tahun” .
Lebih lanjut narasumber memaparkan bahwa kualitas perguruan tinggi seringkali dinilai baik atau tidaknya dari kualitas dan kompetensi lulusannya. Dunia Industri dan Dunia Kerja (DUDI) membutuhkan lulusan yang mempunyai kompetensi (“AKU BISA APA?”) namun saat ini yang dimiliki para lulusan perguruan tinggi adalah daftar nilai atau transkrip (“AKU SUDAH BELAJAR APA?”). Jadi, yang dibutuhkan seorang lulusan bukan hanya sekedar ijazah dan transkrip Mata Kuliah (MK) tapi juga daftar kompetensi yang terukur dari lulusan tersebut
“Untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi yang baik, diperlukan proses pendidikan yang baik pula. Proses ini sangat berkaitan dengan proses pembelajaran yang ada di dalamnya, dan inilah yang menjadi salah satu alasan dikembangkannya kurikulum Outcome-Based Education (OBE).”
“Dalam rangka penyiapan keinginan target kurikulum seperti ini bisa terlaksana maka jihad akademik yang sedang kita lakukan saat ini kiranya pada gilirannya nanti akan cita cita itu akan terwujud dalam rangka penguatan kualitas akademik di kampus UIN Syahada Padangsidimpuan ini, jelas Syafruddin mengakhiri.”
Pada bagian akhir kegiatan workshop acara secara resmi ditutup oleh Dr. Putra Halomoan, MH selaku Ketua Prodi HKI yang berperan atas nama Direktur Pascasarjana.
“Terimakasih kepada segenap pihak atas partisipasinya mengikuti Workshop Kurikulum Prodi HKI ini, semoga apa yang kita targetkan akan mencapai hasil yang maksimal nantinya,” ucap Putra Halomoan.