Link And Match : Kegiatan Sosialisasi Humas dan Informasi di Raudhatul Ulum
Labuhan Batu – 01/12/20. IAIN Padangsidimpuan yang tergabung dalam beberapa mahasiswa dari berbagai fakultas melaksanakan kegiatan sosialisasi kampus di Pesantren Raudhatul Ulum Aek Nabara Kabupaten Labuhan Batu , salah satu pondok pesantren yang terkenal di Labuhan Batu karena memiliki tingkat pendidikan mulai tingkat TK/MDA hingga tingkat SMA/SMK Sederajat. Bentuk kegiatan ini merupakan bagian dari seminar Motivasi Siswa untuk masuk perguruan tinggi. Kasubbag Humas dan Informasi, Ratonggi, MA bersama tim diundang secara langsung oleh pihak pesantren untuk memberikan motivasi dan menjelaskan gambaran tentang kuliah di kampus IAIN Padangsidimpuan.
Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk memperkenalkan kampus IAIN Padangsidimpuan kepada para siswa/i serta untuk meningkatkan silaturrahmi dengan Pesantren Raudhatul Ulum. Dalam penjelasan Pimpinan pesantren Dr. Bukhari Pasha, M.Pd kepada tim humas, bahwa pesantren ini telah berdiri sejak 1973 yang lalu. Terlebih lagi jika pondok pesantren ini dikenal dengan perpaduan pendidikan antara kejuruan atau SMK dengan program tahfiz Quran serta adanya pemondokan/mukim bagi para santri/wati. Integrasi pendidikan islam dan kejuruan dalam suatu paket pendidikan di pesantren adalah sesuatu bentuk realisasi dari pendidikan islam yang modern dan integratif.
“Saya melihat adanya kesamaan dalam visi dan misi dengan IAIN Padangsidimpuan sebagai perguruan tinggi yang islami yang terjaga dengan koridor religusitas yang tinggi. Sehingga nantinya akan betul-betul menjadi program link and match antara SMK Raudhatul Ulum Aek Nabara dengan IAIN Padangsidimpuan sehingga nantinya orientasi anak-anak kami masuk perguruan tinggi negeri dengan memobilisasi untuk masuk perguruan tinggi (IAIN Padangsidimpuan) tersebut, sehingga nantinya terjaga di sekolah ini, mereka (siswa/i) keislamannya, terjaga pula keislamannya di perguruan tinggi tersebut” Ujar Bukhari, Pimpinan SMK Raudhtul Ulum.
Dalam hal ini Ratonggi, MA melihat pentingnya seminar kegiatan tentang motivasi masuk perguruan tinggi keagamaan Islam ini sangat penting dilaksanakan dengan menurunkan tim humas secara langsung ke sekolah-sekolah keberbagai daerah yang membutuhkan.
“Saya melihat para siswa banyak faktor yang menyebabkan mereka tidak ingin melanjutkan sekolah tersebut, diantaranya mungkin karena keterbatasan biaya, terkadang tidak memiliki motivasi, tidak ada yang memberikan semangat serta mungkin kondisi perekonmian orangtua yang tidak mumpuni. Namun dengan adanya kegiatan sosialisasi seperti ini, para mahasiwa dari berbagai program studi harus hadir dan harus mampu memberikan semangat serta memotivasi para siswa yang terkendala ingin masuk keperguruan tinggi” terang Ratonggi, yang merupakan Kasubbag Humas dan Informasi IAIN Padangsidimpuan.

Foto Doc. Humas | Berbagai Paparan Dalam kegiatan Sosialiasi di Raudhatul Ulum Aek Nabara
Dalam kegiatan seminar motivasi tersebut, hadir juga berbagai mahasiswa dari berbagai program studi yang ada di IAIN Padangsidimpuan. Lebih menarik, mahasiswa yang hadir juga dalam memberikan motivasi adalah salah satu alumni dari Raudhatul Ulum sendiri. Ia telah menjadi mahasiswa di IAIN Padangsidimpuan mengambil program studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tabiyah dan Ilmu Keguruan. Mahasiswa tersebut bernama Widia Eka Putri yang sapaan akrabnya ‘Widia’ ini memberikan penjelasan kepada para siswa laki-laki dan perempuan dalam dua sesi kegiatan. Sesi pembicara dimoderatori oleh langsung Pimpinan Raudhatul Ulum, Dr. Bukhari Pasha, M.Pd. Sesi paparan dari Ratonggi, MA yang menjelaskan tentang gambaran tentang visi dan misi IAIN Padangsidimpuan serta eksistensi penguatan dan berbagai program pendidikan yang ditawarkan di IAIN Padangsidimpuan. Kesempatan kedua diberikan kepada Widia Eka Putri sebagai alumni dari Raudhatul Ulum diberikan kesempatan untuk memberikan paparan dan cerita tentang menjadi mahasiswa di IAIN Padangsidimpuan. Beberapa kutipan penting yang dirangkum oleh tim humas dari paparan Widia.
“Kemauan adalah kunci penting dalam kuliah di IAIN Padangsidimpuan, pengalaman saya sebagai mahasiswa di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab cukup banyak. Saya juga pernah diutus oleh Kampus IAIN Padangsidimpuan untuk belajar secara gratis di Lembaga LIPIA Jakarta. Saya juga mendapatkan beasiswa hafiz Quran di IAIN Padangsidimpuan. Ini adalah bentuk kerja keras yang saya lakukan. Nah tentunya adik-adik semua harus mampu dan mau. Jadi kemauan adalah kuncinya.” terang Widia dihadapan para siswa.
Lebih lanjut Widia juga menjelaskan tentang Program Mahad Jamiah atau yang lebih dikenal Pesantren Kampus ini sebagai bagian dari penguatan bahasa Arab dan Inggris kepada para mahasiswa baru nantinya. Ia juga menepis berbagai kekhawatiran para siswa yang takut untuk kuliah dengan mengemukan berbagai trik dan tips untuk mendapatkan beasiswa di IAIN Padangsidimpuan.