Sukseskan KKL-PAR, LPPM IAIN Padangsidimpuan Gelar Sosialisasi KKL Berbasis Participatory Action Research
Rabu (01/06/2022); Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Padangsidimpuan menggelar Sosialisasi Kuliah Kerja Lapangan (KKL) berbasis Participatory Action Research (PAR) untuk para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Angkatan XLVII diikuti oleh 50 orang Dosen Pembimbing Lapangan, kemarin (31/05) di Aula Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Padangsidimpuan.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Padangsidimpuan yang diwakili Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Ikhwanuddin Harahap, M. Ag.
Dalam sambutannya, Dr. Ikhwanuddin Harahap, M. Ag menegaskan bahwa pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat, juga merupakan satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Oleh karena itu diharapkan dengan pelaksanaan KKL berbasis Participatory Actions Research akan memberikan solusi bagi masalah yang dihadapi masyarakat kini.
“Kita berharap dengan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) berbasis PAR (Participatory Actions Research) yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa IAIN Padangsidimpuan tahun 2022 diharapkan mampu menyelesaikan masalah sosial kemasyarakatan di desa masing-masing. Dengan demikian, kehadiran mahasiswa akan memberikan kontribusi kongkrit dan membawa perubahan pada masyarakat,” ungkap Dr. Ikhwanuddin Harahap, M. Ag kepada Humas melalui pesan WhatsApp
Beliau juga berharap agar dengan adanya kegiatan Sosialisasi tersebut kepada para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) akan melahirkan visi-misi juga persepsi yang sama, sehingga mampu melakukan tugas sebagai pembimbing juga supervisor secara maksimal.
Sementara ditempat lain, saat Humas IAIN Padangsidimpuan menghubungi panitia pelaksana KKL tahun ini, Ketua LPPM IAIN Padangsidimpuan, Dr. H. Arbanur Rasyid, M.Ag menjelaskan bahwa KKL Mahasiswa Angkatan XLVII IAIN Padangsidimpuan tahun ini diikuti 1379 peserta yang disebar ke 100 lokasi di 2 kabupaten yang berbeda juga 8 peserta dari mahasiswa akan mengikuti KKL Serumpun.
“Kuliah Kerja Lapangan tahun ini kita laksanakan dengan berbasis Participatory Actions Research, yang terdapat di 2 lokasi berbeda yakni Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel). Yang masing masing tersebar 50 titik lokasi KKL dan didampingi 50 Dosen Pendamping Lapangan. Jumlah peserta yang memenuhi syarat dalam Pelaksanaan KKL tahun ini berjumlah 1387 peserta, yang mana 1379 peserta akan ditetapkan di 2 Kabupaten tersebut, dan 8 peserta akan menjadi perwakilan dari IAIN padangsidimpuan dalam KKL Serumpun yang akan dilaksanakan di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam / Aceh,” tutur Ketua LPPM IAIN Padangsidimpuan tersebut.
Dalam rangka kegiatan Sosialisasi Teknik Pelaksanaan KKL-PAR tersebut, pihak LPPM menghadirkan Dr. Hj. Asfiati, S.Ag., M.Pd yang juga menjabat sebagai Sekretaris LPPM serta Drs. Kamaluddin Ritonga, M.A (Ketua Pusat Pengabdian Masyarakat).
Menurut pemaparan kedua Nara sumber disebutkan bahwa KKL PAR ialah singkatan dari Kuliah Kerja Lapangan Participatory Action Research adalah penelitian yang melibatkan semua pihak yang relevan dalam meneliti secara aktif bersama-sama dalam rangka untuk mengubah dan memperbaiki. PAR terdiri tiga variabel yaitu Partisipasi, Aksi, dan Riset.
Lebih lanjutnya Dr. Hj. Asfiati, S.Ag., M.Pd menjelaskan : “Dalam hal ini maksud dari tiga variabel tersebut ialah: Research atau penelitian, tahap ini merupakan menelusuri tentang permasalahan yang dihadapi masyarakat, permasalahan tersebut dipahami secara kritis dan detail sehingga masalah tersebut bisa diketahui dengan jelas penyebab dan akibatnya. Action atau aksi, setelah mengetahui masalah-masalah tersebut secara mendalam dan mendetail, barulah masuk dalam langkah yang kedua yaitu pencarian alternatif untuk memecahkan masalah tersebut yang kemudian diterjemahkan dalam beberapa item dalam program kerja yang akan dilaksanakan. Participatory, kedua item di atas dilaksanakan secara partisipasi artinya dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam melakukan identifikasi masalah serta teknik untuk mencari solusi secara bersama-sama dan melakukan secara bersama-sama pula bukan saja sebagai penonton atau gaya bos yang hanya bisa memerintah tetapi tidak bisa bekerja (talk less do more),” jelas Dr. Hj .Asfiati, S.Ag., M.Pd, kandidat Profesor di bidang Pendidikan tersebut.



