Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan Jadi Pembahas di Ajang Internasional AICIS
Jumat (02/02/2024) Semarang – Pada hari keduaAnnual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2023, Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag, sebagai Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan menjadi Pembahas di Ajang Internasional AICIS ini. Konferensi ini menjadi platform bagi para ahli dan praktisi untuk membahas isu-isu krusial terkait transformasi pendidikan karakter moderat di Madrasah serta upaya pencegahan radikalisme.
Chair Muhammad Anas Maarif yang memandu acara ini, seorang pakar pendidikan dan peneliti terkemuka, memimpin acara dengan penuh semangat. Beliau, yang juga menjabat sebagai editor Jurnal Nazhruna Pendidikan Islam, membahas berbagai aspek penting dalam pengembangan pendidikan Islam modern.
Ia berharap kepada pembahas agar memberikan masukan atas paper dari presenter sehingga acara ini tidak hanya menjadi platform untuk berbagi pengetahuan tetapi juga memotivasi para akademisi dan praktisi pendidikan untuk terus berkontribusi pada pembaruan dan peningkatan kualitas pendidikan Islam di masa mendatang dan akan memberikan kualitas tulisan presenter di Jurnal Nazhruna .
Salah satu poin utama dalam konferensi ini adalah presentasi dari Mardan Umar, seorang presenter dari Institut Agama Islam Negeri Manado. Mardan Umar memberikan penekanan pada pentingnya menanamkan nilai-nilai Islam moderat di lingkungan pendidikan. Dalam paparannya, ia menyoroti perlunya kurikulum holistik yang tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga menekankan nilai-nilai moral dan etika. Pemikiran ini sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang melibatkan aspek spiritual dan etis.

Selanjutnya, Sulaiman W. dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Langsa, Aceh, mengulas kebijakan Pemerintah Aceh dalam pencegahan radikalisme. Langkah-langkah yang dibahas melibatkan pendidikan Islam di Dayah, dengan tujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang seimbang dan menolak ideologi ekstremis. Presentasi ini menunjukkan komitmen serius dalam menjaga stabilitas dan kedamaian di wilayah tersebut.
Dalam bagian lain konferensi, Moch. Sya’roni Hasan dan Mujahidin dari STIT Al-Urwatul Wutsqo Jombang membahas internalisasi nilai-nilai Tasawuf untuk pembentukan sikap moderat. Mereka menyoroti peran nilai-nilai berbasis Sufi dalam menumbuhkan toleransi dan moderasi, terutama dalam budaya Pesantren. Studi yang dilakukan di Al Urwatul Wutsqo Jombang memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya nilai-nilai Tasawuf dalam menghadapi tantangan ekstremisme.
Akhmad Sirojuddin dari Universitas Islam Malang menyajikan materi tentang Strategi Pengembangan Karakter Islam Moderat di Madrasah Standar Internasional. Dalam presentasinya, Akhmad Sirojuddin menjelaskan strategi kunci, termasuk pentingnya kurikulum holistik, pelatihan guru, kegiatan ekstrakurikuler, dan kerjasama dengan komunitas lokal dan internasional. Poin-poin tersebut dianggap sebagai langkah integral dalam mengembangkan karakter Islam moderat di lingkungan pendidikan yang berskala internasional.
Dalam sesi tanggapan, Dr. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag sebagai Pembahas memberikan respons berbobot terhadap presentasi-presentasi tersebut. Beliau menyoroti signifikansi standar internasional dalam pengembangan karakter, sambil menekankan perlunya kurikulum holistik, pelatihan guru, kegiatan ekstrakurikuler, kerjasama, teknologi pendidikan modern, pemahaman sejarah Islam moderat, dan keterlibatan aktif orang tua. Respons ini memberikan arah yang jelas bagi upaya menggabungkan semua elemen penting dalam transformasi pendidikan karakter moderat di Madrasah.
Dr Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag menyampaikan Sebagai kesimpulan, konferensi ini menyoroti pendekatan inklusif, menghargai keberagaman, dan menghindari sikap eksklusif sebagai elemen kunci dalam strategi pengembangan karakter Islam moderat di Madrasah bertaraf internasional.
“Diharapkan bahwa dialog kolaboratif dan terbuka antara berbagai pihak akan membentuk landasan yang kuat untuk implementasi sukses dari strategi ini. Konferensi ini tidak hanya menjadi forum pembelajaran, tetapi juga langkah konkret dalam mewujudkan pendidikan Islam yang moderat dan berdaya saing di era global”, demikan kata Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan
