Rektor Lantik SEMA-DEMA 2026-2027: Jangan Jadi Superman, Jadilah Super Team yang Mengakar Lewat Karya

Padangsidimpuan. 26 Juni 2026. UIN Syahada Padangsidimpuan resmi memiliki kepengurusan organisasi mahasiswa tingkat universitas yang baru. Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag., melantik secara langsung jajaran pengurus Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) periode 2026-2027 di Aula Biro Lantai II pada Jumat (26/6/2026). Tongkat estafet kepemimpinan mahasiswa di lingkungan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan resmi berganti. Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag., secara langsung melantik jajaran pengurus tersebut dalam prosesi khidmat yang dibarengi dengan pesan-pesan kepemimpinan yang tajam dan inspiratif.

Berdasarkan Surat Keputusan Rektor, kepengurusan tingkat universitas ini resmi dinakhodai oleh Sakhti Pati Alam sebagai Ketua Umum DEMA dan Abdul Kalam Siregar sebagai Ketua Umum SEMA. Keduanya merupakan figur yang dinilai telah memiliki rekam jejak dan pengalaman di organisasi kemahasiswaan.

Dalam sambutannya di hadapan civitas akademika, pimpinan fakultas, serta perwakilan BEM kampus se-Kota Padangsidimpuan, Rektor Prof. Sumper Mulia menekankan serangkaian filosofi kepemimpinan yang harus dipegang teguh oleh para pengurus baru. Berikut adalah rangkuman 3 pesan strategis yang disampaikan:

1. Filosofi “Mandi” dan “Mengakar”

Rektor membuka arahannya dengan dua kata kunci yang sarat makna: Mandi dan Mengakar. Konsep ini ia peroleh sebagai refleksi mendalam tentang bagaimana seorang pemimpin harus bersikap yang sering disampaikan dalam berbagai sambuatan dan pidatonya, filosofis ini pun disampaikan pada pelantikan SEMA DEMA ini.

“Pantaskanlah diri anda sebagai ketua SEMA dan ketua DEMA. Mandi itu adalah memantaskan diri, dan mengakar itu adalah mengabdilah lewat karya. Kalian yang mencoba untuk membuktikan ke publik, ke masyarakat, ke stakeholder di bawah, bahwa kalian adalah sosok yang relevan dan pantas.” terangnya.

2. Kolaborasi: Jangan Jadi Superman!

Beliau menuntut mahasiswa untuk tidak hanya bangga dengan jabatan, tetapi membuktikan kepantasan tersebut melalui program-program yang nyata dan berdampak positif bagi lembaga. Dalam menjalankan roda organisasi, arogansi atau merasa paling hebat adalah musuh utama. Prof. Sumper Mulia menganalogikan kepemimpinan mahasiswa layaknya film pahlawan super, di mana kekuatan sejati justru muncul dari kerja sama tim.

“Jangan jadi Superman. Jangan merasa bahwa ‘saya adalah ketua’, lalu mengabaikan yang lain. Ketua tidak akan memiliki posisi yang bagus kalau tidak ada sekretaris dan anggota yang menopang. Jadilah Super Team. Bangun kolaborasi dan sinergi, karena itulah yang akan mendewasakan dan membesarkan kita.” tuturnya

3. Inklusivitas dan Kesetaraan Kampus

Sebagai pimpinan mahasiswa, pengurus diwajibkan menjadi teladan yang ideal. Secara khusus, Prof. Sumper Mulia mengkritik gaya hidup pengurus yang kerap mengedepankan penampilan fisik atau arogansi semata untuk menunjukkan identitas organisasinya, dengan itu rektor berpesan agar DEMA dan SEMA yang dilantik harus menjadi teladan bagi seluruh mahasiswa di UIN Syahada Padangsidimpuan. “Maka kalian harus teladan. Harus jauh lebih menunjukkan contoh yang lebih bagus, yang lebih ideal kepada adik-adik kalian,” tegasnya.

Pesan paling emosional dan mendapat perhatian luas adalah ketegasan Rektor mengenai kesetaraan di lingkungan kampus. Merujuk pada keragaman marga di Tapanuli Bagian Selatan, Rektor menegaskan bahwa UIN Syahada adalah milik bersama, bukan milik satu kelompok atau marga tertentu. Beliau mengadaptasi pepatah Arab untuk menekankan bahwa kemuliaan seseorang dinilai dari takwa dan keteladanannya, dalam membumikan pepatah arab ini Rektor menjelaskan iktibar dari pesan moralnya tentang marga yang menjadi ciri khas orang batak di Tapanuli Bagian Selatan.

“Tidak ada keutamaan untuk Boru Harahap, Boru Siregar, Nasution, Lubis, Hasibuan atau Simanjuntak kecuali mereka yang menunjukkan ketakwaannya. Tidak pernah kampus ini dikhususkan hanya untuk satu marga. Ini adalah ladang kita bersama. Kalau tidak ada kalian dari berbagai latar belakang, maka tidak akan sempurna kampus kita ini.” terangnya dalam mencontohkan pentingnya inklusivitas.

Menutup pidatonya, Rektor berpesan bahwa kehormatan institusi juga berada ke pundak para pengurus SEMA dan DEMA yang baru dilantik. Mereka diwajibkan menjadi cerminan dari visi dan misi kampus dalam bidang kemahasiswaan. Pesan pamungkas ditutup dengan seruan untuk menjaga marwah dan moto UIN Syahada Padangsidimpuan di tengah masyarakat.

“Kalau sampai saat ini kalian adik-adikku, semuanya anak-anakku akan menjunjung tinggi tetap menjunjung tinggi dan hafal bahwa kampus kita ini adalah kampus yang cerdas, berintegritas, maka tunjukkan dalam kehidupan sosial masyarakat kita bahwa kalian adalah orang-orang yang cerdas dan memiliki integritas..” tutupnya

Dengan pelantikan ini, civitas akademika UIN Syahada Padangsidimpuan menaruh harapan besar agar kepengurusan SEMA dan DEMA 2026-2027 dapat menerjemahkan pesan rektor menjadi program kerja nyata yang membawa dampak positif, baik di tingkat regional maupun nasional. Dengan formasi kepengurusan DEMA di bawah komando Sakhti Pati Alam dan SEMA di bawah Abdul Kalam Siregar, civitas akademika UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan menanti terobosan-terobosan baru yang tidak hanya memperkuat soliditas internal, tetapi juga mengangkat citra kampus di pentas nasional.