Rektor IAIN Padangsidimpuan Menghadiri Acara Harlah Nahdhatul Ulama ke-94 Di Padangsidimpuan

Senin (03/02/2020); Rektor IAIN Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Ibrahim Siregar, MCL menghadiri acara peringatan Harlah Nahdhatul Ulama ke-94 yang dilaksanakan oleh PC. Nahdhatul Ulama Kota Padangsidimpuan, (Ahad, 02/02).
Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Agung Al-Abror Padangsidimpuan mengusung thema “Berkhidmat Untuk Umat, Berbakti Pada Negeri, Mandiri Dalam Ekonomi” dan dirangkai dengan istighosah dan pemberian santunan kepada anak yatim piatu oleh Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdhatul Ulama (LazisNU).
Abdul Karim AB Nasution selaku Mustasyar PC. NU Kota Padangsidimpuan dalam Tausyiah singkatnya mengatakan, keberadaan IAIN Padangsidimpuan saat ini tidak terlepas dari perjuangan dari ulama-ulama NU di Wilayah keresidenan Tapanuli.
“IAIN Padangsidimpuan sebagai salah satu dari lembaga Pendidikan Islam di wilayah Tapanuli Bagian Selatan tidak terlepas dari usaha dan perjuangan para ulama NU yang ada di Tabagsel. Bermula pada tahun 1962 yang memiliki nama Fakultas Tarbiyah Perguruan Tinggi Nahdhatul Ulama (PERTINU), selanjutnya beralih status menjadi Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU), dan maka pada tahun 1967 Yayasan UNUSU mengajukan permohonan kepada Menteri Agama RI, agar Fakultas Tarbiyah UNUSU dapat dirubah statusnya menjadi negeri, ungkap sesepuh NU ini pada acara Peringatan Harlah NU ke-94 yang juga dihadiri Wakil Walikota, unsur FORKOPIMDA serta Lembaga dan Banom PC. NU Kota Padangsidimpuan ini.
Sementara Rektor IAIN Padangsidimpuan Prof. Dr. H.Ibrahim Siregar, MCL mengamini pernyataan senior NU ini.
“Sebagai kelanjutan dari Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (lAIN) Cabang Imam Bonjol Padang Sumatera Setelah 5 tahun berlalu, sejalan dengan didirikannya lAIN Sumatera Utara Medan pada tahun 1973, maka Fakultas Tarbiyah IAIN Cabang Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat menjadi Fakultas Tarbiyah lAIN Sumatera Utara di Padangsidimpuan Hingga tahun 1997 dan mulai dari 1997 sd. 2013 beralih status menjadi STAIN Padangsidimpuan dan pada tanggal 6 januari 2014 secara resmi beralih status menjadi IAIN Padangsidimpuan hingga sekarang” terang Ibrahim yang juga sebagai Mustasyar NU Kota Padangsidimpuan
Rektor juga menambahkan kehadiran beliau dalam Harlah Nahdhatul Ulama ke-94 menegaskan bahwa antara PTKIN dan Nahdhatul Ulama memiliki komitmen bersama terutama dalam menjaga moderasi beragama dan mengawal implementasi dari empat pilar kebangsaan.
“IAIN Padangsidimpuan sebagai salah satu PTKIN memiliki komitmen yang sama dengan organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) sama-sama berperan penting dalam mewujudkan persatuan bangsa. Salah satunya menjaga empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tungga Ika dari rongrongan gerakan radikal dan intoleran”. pungkas Rektor IAIN Padangsidimpuan ini.