Rektor Buka Seminar Ilmiah “Kampus Bersih Narkoba”
Padangsidimpuan, Jumat 7 Juni 2024; – Mahad Al-Jamiah UIN Syahada menggelar seminar ilmiah dengan tema “Optimalisasi Peran Ma’had Aljamiah sebagai Lokomotif UIN Syahada Menuju Kampus Bersih Narkoba (Bersinar)”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat hingga Sabtu di Kuttab Ma’had Aljamiah yang dihadiri oleh Rektor UIN Syahada, Wakil Rektor Bidang AUPK, Mudir Ma’had Aljamiah, Ustadz/Ustadzah Ma’had Aljamiah, Musrif/Musrifah Ma’had Aljamiah, beserta mahasantri UIN Syahada Padangsidimpuan.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M. Ag, menekankan pentingnya kesadaran akan bahaya narkoba di kalangan mahasiswa dan seluruh civitas akademika. Beliau menegaskan bahwa bahaya narkoba tidak hanya merusak individu tetapi juga mengancam masa depan bangsa.
“Oleh karena itu, kita perlu bersama-sama melawan narkoba dengan membangun kesadaran, edukasi, tindakan nyata, dan menjadi garda terdepan dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.” tegas Rektor.

Muhlison, M. Ag selaku Mudir Mahad Aljamiah, menyampaikan Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Ma’had Aljamiah untuk meningkatkan pemahaman mahasantri tentang bahaya narkoba dan cara menjaga diri dari bahaya tersebut, mengingat mahasantri Mahad Aljamiah akan keluar asrama dalam waktu dua bulan mendatang. Sangat diharapkan mahasantri dapat memahami apa yang disampaikan oleh narasumber dan menjadikan motivasi untuk diri sendiri ke depannya,” tutur Muhlison, M. Ag selaku Mudir Mahad Aljamiah UIN Syahada Padangsidimpuan.
Narasumber utama dalam seminar ini adalah Dr. Zulkarnain Nasution, M.A, ICAP, seorang dosen dari Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumatera Utara yang juga menjabat sebagai Sekjen Gerakan Anti Narkoba Indonesia dan memiliki pengalaman luas dalam bidang rehabilitasi narkoba.
Pada pemaparannya, Dr. Zulkarnain Nasution, M.A, ICAP, menjelaskan bahwa dalam Islam, penggunaan narkoba adalah hal yang diharamkan. Beliau juga menyoroti kondisi darurat narkoba di Indonesia, di mana Sumatera Utara memiliki tingkat penyalahgunaan narkoba yang tinggi. Data yang disampaikan menunjukkan bahwa sekitar 27% dari kasus penyalahgunaan narkoba di Sumatera Utara melibatkan siswa dan mahasiswa.
Dr. Zulkarnain juga menguraikan langkah-langkah yang harus diikuti mahasantri untuk melawan bahaya narkoba, dengan fokus terhadapa cita-cita yaitu:
1. Mimpikan: Impian harus dipikirkan dengan seksama karena pemikiran akan membantu mengubahnya menjadi rencana yang konkret.
2. Pikirkan: Rencana yang matang harus diucapkan dengan tegas karena pengucapan akan mendorong terbentuknya komitmen yang kuat.
3. Ucapkan: Komitmen harus diwujudkan melalui tindakan nyata karena tindakan akan mengubahnya menjadi kenyataan yang dapat dirasakan.
4. Lakukan: Konsistensi dalam melakukannya akan membentuk kebiasaan yang positif dan berkelanjutan. (wp)