Ratonggi Bentuk Tim Efektif: SPOMA Membangun Budaya Organisasi Mahasiswa yang KEREN
Padangsidimpuan – 7/05/2025. Dalam upaya memperkuat tata kelola dan arah pembinaan organisasi kemahasiswaan, Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan secara resmi meluncurkan program perubahan bertajuk SPOMA (Sistem Pembinaan Organisasi Mahasiswa), yang dipimpin langsung oleh Ratonggi, M.A Kepala Bagian Umum sekaligus Tim Leader aksi perubahan ini.
SPOMA hadir sebagai respon strategis terhadap kebutuhan pembinaan organisasi mahasiswa yang lebih terarah dan berbasis pengembangan keterampilan. Rapat perdana pelaksanaan program ini digelar dengan penuh semangat kolaborasi, dihadiri unsur pimpinan, perwakilan ORMAWA, dan pemangku kepentingan internal kampus. Dalam rapat yang berlangsung hangat dan konstruktif, Ratonggi menjelaskan bahwa SPOMA bukanlah proyek individu, melainkan sebuah gerakan kolektif yang melibatkan berbagai pihak lintas unit kerja di lingkungan kampus. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi, sinergi, dan komitmen dari seluruh stakeholder.
“Untuk mewujudkan SPOMA, kami tidak bisa bekerja sendiri. Maka hari ini, kami resmi membentuk tim efektif yang terdiri dari perwakilan ORMAWA, unsur birokrasi, dan elemen pendukung lainnya. Tim ini akan menjadi motor penggerak implementasi program ke depan,” ujar Ratonggi.





Menyusun Ulang Arah Pembinaan: Visi Jangka Pendek, Menengah, dan Panjang
Dalam pemaparannya, Ratonggi menjelaskan bahwa SPOMA dirancang untuk menjawab tantangan pembinaan organisasi mahasiswa yang belum memiliki sistem terpadu. Program ini membawa misi besar:
“Tujuan Umum: Meningkatkan keterampilan soft skills dan hard skills mahasiswa. Jangka Pendek: Tersusunnya pedoman pembinaan organisasi mahasiswa berbasis pengembangan keterampilan. Jangka Menengah: Terbentuknya budaya organisasi mahasiswa yang berorientasi pada pengembangan diri. Jangka Panjang: Meningkatnya daya saing lulusan dalam menghadapi dunia kerja yang kompetitif. Organisasi mahasiswa harus menjadi ladang tumbuhnya kompetensi, bukan sekadar tempat sibuk-sibukan tanpa arah. SPOMA menjadi langkah konkret mewujudkan itu,” ujar Ratonggi.
Sebagai bentuk keseriusan, rapat tersebut juga menghasilkan pembentukan Tim Efektif SPOMA, tim pelaksana yang akan menggerakkan agenda-agenda strategis program. Tim ini didesain lintas unsur—melibatkan mahasiswa, birokrasi, dan stakeholder kampus—dengan mengusung motto “KEREN”: Kreatif, Energik, Responsif, Efektif, dan Nyaman.
“Motto ini bukan hanya slogan, tetapi semangat kerja tim kita. Kita ingin menghadirkan proses pembinaan yang kreatif dan menyenangkan, namun tetap terukur dan berdampak,” tegas Ratonggi.
Dukungan Kabiro AUAK: SPOMA Sebagai Langkah Strategis
Kepala Biro AUAK turut memberi arahan dan menyatakan dukungan penuh atas pelaksanaan SPOMA. Ia menekankan pentingnya membagi rencana ke dalam tahapan jangka pendek, menengah, dan panjang sebagai bentuk keberlanjutan.
“Program ini harus menjadi pola kerja baru dalam pembinaan mahasiswa, Mari kita jadikan (dukungan) SPOMA sebagai konsep inovasi baru, untuk itu, Pembinaan ORMAWA tidak bisa dilakukan secara instan. Sebagai bentuk nyata dari keseriusan pelaksanaan kegiatan ini tentunya unsur ORMAWA, birokrasi kampus, dan elemen pendukung kemahasiswaan. Tim ini nantinya akan menjalankan perencanaan, koordinasi, serta pelaksanaan program secara kolaboratif dan terstruktur, harapannya pembentukan tim ini adalah langkah strategis dalam menyelesaikan problem kedepannya. Tidak mungkin SPOMA ini jalan sendiri oleh Pak Ratonggi. Kita butuh sinergi. Hari ini timnya kita bentuk, dan langkah selanjutnya akan kita dukung bersama,” tuturnya.
Tim Efektif SPOMA Dibentuk: Bergerak dengan Motto “KEREN”
Sebagai bentuk keseriusan, rapat tersebut juga menghasilkan pembentukan Tim Efektif SPOMA, tim pelaksana yang akan menggerakkan agenda-agenda strategis program. Tim ini didesain lintas unsur—melibatkan mahasiswa, birokrasi, dan stakeholder kampus—dengan mengusung motto “KEREN”: Kreatif, Energik, Responsif, Efektif, dan Nyaman.
“Motto ini bukan hanya slogan, tetapi semangat kerja tim kita. Kita ingin menghadirkan proses pembinaan yang kreatif dan menyenangkan, namun tetap terukur dan berdampak,” tegas Ratonggi.
Dengan semangat kolaborasi, arah yang terukur, dan tim yang solid, SPOMA diyakini akan menjadi landasan baru dalam pembinaan kemahasiswaan di UIN Syahada. Bukan hanya tentang kegiatan, SPOMA hadir untuk menciptakan budaya organisasi mahasiswa yang profesional, bertanggung jawab, dan siap bersaing di dunia nyata.
“Ini bukan sekadar proyek perubahan. Ini adalah gerakan untuk menciptakan mahasiswa yang ‘KEREN’—dalam semangat, keterampilan, dan kontribusinya,” tutup Ratonggi penuh optimisme.
Pernyataan Penutup: UIN Syahada Menuju Pusat Inovasi Organisasi Mahasiswa
Menutup rapat pembentukan tim, Ratonggi menyampaikan bahwa keberadaan SPOMA bukan sekadar memenuhi kebutuhan internal, tetapi sebagai bentuk kontribusi strategis kampus terhadap pengembangan generasi muda yang berkualitas.
“Pembinaan organisasi mahasiswa di UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan bertujuan untuk menciptakan lingkungan akademik yang dinamis dan inovatif melalui penyusunan pedoman yang efektif, guna meningkatkan kualitas manajemen dan partisipasi anggota,” ujar Ratonggi.
Ia menambahkan bahwa rencana aksi perubahan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam dua aspek utama: soft skills dan hard skills. Dengan begitu, lulusan UIN Syahada akan lebih siap bersaing di dunia kerja.
“Keberhasilan pengembangan organisasi tidak hanya berdampak positif bagi internal kampus, tetapi juga bagi pihak eksternal seperti Kementerian Agama RI dan masyarakat. Kita ingin menjadikan UIN Syahada sebagai pusat kreativitas dan inovasi yang diperhitungkan,” pungkasnya.