Problematika Bunga Bank Sama atau Beda dengan Riba
- Bunga Bank
Bunga bank adalah sejumlah keuntungan atau imbalan yang diambil oleh bank atau diberikan oleh bank kepada nasabahnya. Bunga bank biasanya di tetapkan dalam bentuk persentase seperti 5% atau 10% dalam jangka waktu bulanan atau tahunan. Bunga bank dihitung berdasarkan jumlah simpanan yang dimiliki nasabah atau jumlah pinjaman yang diambil nasabah. Bunga bank digunakan oleh bank-bank konvensional sedangkan bank syariah biasanya menggunakan istilah bagi hasil, margin keuntungan dan ujrah. Bagi bank konvensional, bunga bank menjadi tulang punggung untuk menanggung biaya operasional dan menjadi sumber utama pendapatan bagi bank. Selain itu bunga bank memiliki beberapa manfaat bagi bank dan nasabah seperti berikut ini:
a. Bunga pinjaman merupakan imbalan yang diberikan nasabah kepada bank atas produk atau jasa bank yang digunakan oleh nasabah. Bunga pinjaman ini menjadi sumber pendapatan utama bagi bank.
b. Bunga simpanan adalah biaya yang harus dibayar oleh bank kepada nasabah yang memiliki simpanan seperti tabungan, deposito dan giro. Bunga simpanan ini merupakan keuntungan bagi nasabah yang memiliki simpanan di bank.
Macam-Macam Bunga Bank
a. Bunga Simpanan,
Bunga simpanan merupakan bunga yang terdapat dalam kegiatan penghimpunan dana. Bunga simpanan ini adalah imbalan/keuntungan yang diberikan oleh pihak bank sebagai balas jasa bagi nasabah yang telah menyimpan uangnya di bank. Contohnya adalah bunga tabungan, bunga giro dan bunga deposito.
b. Bunga Pinjaman,
Bunga pinjaman merupakan bunga terdapat dalam kegiatan penyaluran dana kepada nasabah dalam bentuk kredit. Bunga ini yaitu bunga yang dibebankan kepada nasabah yang menerima kredit dengan akad pinjaman di bank, contohnya adalah bunga kredit.
Kedua macam bunga ini merupakan komponen utama dalam operasional perbankan konvensional. Bank akan memperoleh keuntungan dari selisih antara beban bunga yang diberikan bank kepada nasabah simpanan dengan pendapatan bunga pinjaman yang diterima oleh bank dari nasabah peminjam. Apabila jumlah bunga pinjaman yang diterima lebih besar dari jumlah bunga simpanan yang dibayarkan kepada nasabah simpanan, maka bank akan memperoleh keuntungan. Namun apabila yang terjadi adalah yang sebaliknya, bunga simpanan yang diberikan kepada nasabah simpanan lebih besar jika dibandingkan dengan bunga pinjaman yang diterima dari nasabah kredit, maka bank akan mengalami kerugian. Kondisi seperti ini disebut dengan istilah negative spread.
Bank akan selalu menghindari terjadinya negative spread. Caranya adalah dengan menjaga tingkat suku bunga pinjaman agar selalu lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat suku bunga simpanan. Ketika bunga simpanan tinggi, maka secara otomatis bunga pinjaman ikut naik dan demikian pula sebaliknya.