Kategori
Artikel

Pembinaan Sikap Disiplin Peserta Didik pada Pembelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan

Hamidah, M.Pd

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang secara sistematis melaksanakan program bimbingan, pengajaran dan latihan dalam rangka membantu siswa agar mampu mengembangkan potensinya, baik yang menyangkut aspek moral, spritual, intelektual, emosional maupun sosial. Selain itu sekolah juga menyiapkan generasi muda menjadi generasi baru terpelajar yang memiliki kemampuan, sikap, keterampilan dan pengetahuan serta disiplin, sehingga mampu berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan Negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Pendidikan adalah jalan mencerdaskan manusia, mengangkat harkat dan martabat manusia dan menghindarkan kebodohan. Pendidikan dapat diartikan sebagai budaya membudayakan manusia muda dengan tujuan tercapainya prilaku manusia yang disadari atau dijiwai oleh iman dan taqwa kepada Allah SWT sebagai sumber mutlak yang harus di taati.[1] Upaya untuk mewujudkan hal itu harus dilakukan dengan menyiapkan manusia muda yang menguasai alam lingkungan, memahami dan melaksanakan nilai-nilai dan norma yang berlaku, melakukan peranan yang sesuai dengan kedudukannya, menyelenggarakan kehidupan yang layak serta meneruskan kehidupan generasi tua mereka untuk mengerjakan tugas-tugas masa depan.

[1] . M. Arifin, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2016), hlm. 119.

Melalui jalur pendidikan formal guru sangat menentukan kualitas kader bangsa, karena itu guru mengemban tugas yang berat. Tugas guru bukan hanya mengajar, tetapi lebih dari itu guru bertugas mendidik peserta didik menjadi manusia  mandiri dan disiplin yang bertanggung jawab atas perbuatannya. Dengan demikian guru adalah komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. Disamping itu, seorang guru juga dituntut untuk menguasai berbagai kompetensi (kecakapan) dalam melaksanakan  profesi keguruannya agar dapat menciptakan lingkungan belajar yang baik  sehingga tujuan pengajaran dapat tercapai dengan optimal. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran seorang guru dalam menentukan keberhasilan belajar mengajar.[1]

[1] Pupuh Fathurrahman, Strategi Belajar Mengajar (Bandung: Refika Aditama, 2007), hlm. 44

Pembinaan Sikap Disiplin Peserta Didik

Pembinaan atau membina berasal dari kata bina, yang mendapat imbuhan pe-an, sehingga menjadi kata pembinaan. Pembinaan adalah usaha atau tindakan yang dilakukan secara efisien dan efektif untuk memperoleh hasil yang lebih baik.[1]   Pembinaan bisa dilakukan dimana saja, baik dilingkungan rumah, lingkungan sekolah dan di lingkungan masyarakat. Pembinaan juga bisa dilakukan oleh siapa saja dan  dengan tindakan atau usaha secara sadar dengan melalui ketentuan-ketentuan secara efektif dan efesien. Pembiaan yang dimaksud pada tulisan ini adalah membina sikap disiplin siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

[1] B.IL. Pasaribu, Membina dan Mengembangkan Generasi Muda (Bandung: Tarsito, 1990), hlm.84

Oleh Subroto Siregar

Analis Humas UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan