Menggali dan Menemukan Topik Penelitian Hukum

Bagi mahasiswa hukum tingkat akhir, untuk menyelesaikan pendidikan hukum S1,mereka dipersyaratkan untuk melakukan penelitian hukum (skripsi). Setiap akan melakukan penelitian hukum para mahasiswa selalu dihadapkan pada situasi yang menantang: bagaimana menemukan topik penelitian hukum yang tepat. Pada fase ini mahasiswa hukum harus melakukan banyak penelitian untuk menilai topik yang akan diteliti. Jadi, mahasiswa dituntut ‘meneliti’ sebelum meneliti untuk menentukan topik yang tepat.
Dr. Habibi, SH., M. Hum
Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum
Menggali dan memilih topik penelitian hukum seringkali tidak mudah bagi mahasiswa. Tidak jarang beberapa mahasiswa yang menjadi bimbingan penulis mengeluhkarena dalam jangka waktu yang cukup lama belum juga mendapatkan topik penelitiannya. Bahkan ketika sudah menemui jalan buntu beberapa dari mereka meminta rekomendasi topik penelitian yang layak diteliti. “Saya sudah mencari dan membaca beberapa skripsi yang topiknya saya minati namun saya tetap saja tidak punya ide untuk mengangkat topik yang bisa saya teliti”, katanya bercerita. Apa yang dialami mahasiswa tersebut tentu saja bukan pengalaman tunggal, setiap periode bimbingan skripsi kejadian serupa sering dijumpai penulis dan para dosen yang membimbing skripsi mahasiswa.
Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasiliteratur review dan inventarisir putusan pengadilan sebagai sumber menggali topik penelitian hukum. Perspektif artikel ini bersifat subjektif yang didasarkan pada pengalaman empiris penulis yang telah membimbing puluhan penelitian mahasiswa.
Topik penelitian tidak sama dengan judul
Seringkali para mahasiswa dibingungkan oleh topik penelitian dan judul penelitian. Penyebab kebingungan ini karena mahasiswa memiliki pemahaman yang tidak tepat sehingga rancu membedakan keduanya. Terlebih lagi mahasiswa tersebut belum menemukan topik penelitian yang tepat sementara prosedur pengajuan tugas akhir (skripsi)di Jurusan mewajibkan para mahasiswa untuk mengisi form judul dan rumusan masalahterlebih dahulu. Hal ini membuat mahasiswa lebih berfokus memikirkan apa yang menjadi judul riset dan rumusan masalah yang akan diangkat daripada memikirkan topik apa yang diteliti. Hal ini terbukti ketika pembimbing menanyakan apa yang menjadi topik penelitian yang diajukan, mahasiswatersebut seringkali justru menyebutkan judul riset mereka.
2 Comments