Mengenal Masalah Sosial dalam Kehidupan Keluarga dan Masyarakat

Masalah sosial ini penting dipelajari terutama oleh mereka yang secara langsung berhubungan dengan aktivitas-aktivitas sosial, pengambil kebijakan serta yang mengkaji secara langsung gejala ini. Dalam kajian ilmu sosial hingga menghasilkan sebuah sefenisi. Hal ini dikarenakan banyaknya aspek serta dimensi dari masalah sosial serta adanya relativitas persepsi masyarakat mengenai masalah ini (Muhammad Taftazani, h. 91)
Masalah-masalah sosial terjadi, karena tidak adanya integrasi yang harmonis antara lembaga-lembaga kemasyarakatan. Orang perorangan mengalami kesulitan-kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan macam-macam hubungan- hubungan sosial.4 Masalah-masalah sosial pada zaman modren dianggap sebagai sosiopatik atau sakit secara sosial, dan secara populer kita kenal sebagai penyakit masyatakat itu merupakan fungsi struktural dan totalitas sistem sosial. Dengan kata lain, penyakit masyarakat yang demikian merupakan produk sampingan, atau merupkan konsekuensi yang tidak diharapkan dari sistem sosio-kultural zaman sekarang, dan berfungsi sebagai gejala sendiri.(Kartini Kartono, h. 6)

Masalah-masalah Sosial Dalam Keluarga

Pengertian keluarga adalah salah satu aspek terpenting dalam kehidupan setiap individu. Dalam banyak budaya, keluarga menjadi unit sosial yang pertama dan paling mendasar. Hubungan dalam keluarga sering kali membentuk karakter, nilai-nilai, dan kepribadian seseorang.Keluarga terdiri dari berbagai anggota, seperti orang tua, anak, saudara, dan bahkan kakek-nenek. Setiap anggota memiliki peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Orang tua biasanya berfungsi sebagai pendidik, pelindung, dan penyedia, sementara anak-anak diajarkan untuk menghargai dan mencintai satu sama lain serta belajar tentang nilai-nilai kehidupan.

Namun, tidak semua keluarga berjalan tanpa konflik. Terkadang, perbedaan pendapat, nilai, atau cara hidup dapat menyebabkan pertikaian. Penting bagi setiap anggota keluarga untuk belajar berkompromi dan mencari solusi yang saling menguntungkan. Menghadapi dan menyelesaikan konflik dalam keluarga dapat menjadi proses yang mendewasakan dan memperkuat hubungan.

Di era modern ini, bentuk keluarga juga mulai beragam. Selain keluarga inti, kita juga melihat kemunculan keluarga besar, keluarga angkat, dan keluarga yang dibentuk oleh pasangan sesama jenis. Setiap jenis keluarga memiliki dinamika dan tantangannya sendiri, namun pada akhirnya, esensi dari keluarga tetap sama: saling mencintai, mendukung, dan menghargai satu sama lain. Masalah sosial dalam keluarga adalah merupakan isu yang muncul dalam interaksi dan hubungan antaranggota keluarga yang dapat mempengaruhi kesejahteraan individu dan dinamika keluarga secara keseluruhan. Masalah ini dapat bersifat internal, seperti konflik antaranggota keluarga, atau eksternal, yang berkaitan dengan pengaruh dari luar yang berdampak pada keluarga. Memahami masalah sosial dalam keluarga sangat penting, karena keluarga adalah unit dasar masyarakat yang berperan penting dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai individu. (Octamaya Tenri Awaru, h. 50-43).

Adapun contoh dalam masalah sosial dalam keluarga.

  1. Perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat ini dilatarbelakangi oleh keinginan orang tua dan kehendak anak biasanya yang bersinggungan, sehingga memicu pertengkaran. Keluarga bisa menjadi tempat berlindung yang aman. Tetapi, bagi sebagian orang, keluarga bisa menjadi sumber rasa sakit dan kecewa. Perbedaan pendapat antar orang tua dan anak terkadang membuat merasa tidak nyaman dan tidak betah berada dirumah.
  2. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Kekerasan ini bisa berupa fisik, emosional, atau psikologis yang dialami oleh salah satu anggota keluarga, terutama perempuan dan anak-anak. Contoh nyata dari masalah ini adalah ketika seorang suami melakukan kekerasan fisik terhadap istrinya, yang dapat menyebabkan trauma psikologis dan dampak kesehatan jangka panjang.
  3. Komunikasi yang buruk. Ketidakmampuan untuk berkomunikasi dengan efektif dapat menyebabkan salah paham dan konflik. Contoh dari masalah ini adalah ketika orang tua tidak mendengarkan keluhan atau pendapat anak, yang membuat anak merasa diabaikan dan kurang percaya diri. Akibatnya, hubungan antara orang tua dan anak dapat merenggang.
  4. Masalah keuangan. Kesulitan ekonomi dapat menyebabkan stres dan konflik di antara anggota keluarga. Misalnya, ketika seorang ayah kehilangan pekerjaan, tekanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat menyebabkan ketegangan di rumah. Dalam situasi seperti ini, anggota keluarga sering kali saling menyalahkan, yang memperburuk hubungan.
  5. Perselingkuhan. Perselingkuhan antar pasangan dapat menyebabkan merusak kepercayaan dan harmonisasi dalam keluarga. Akibatnya dapat berupa hilangnya kepercayaan, perdebatan, kekerasan dan perceraian.
  6. Mertua terlalu mencampuri urusan sebuah pasangan. Dalam hal ini, menjadi problematis jika ibu mertua yang terlalu ikut campur dalam urusan sang anak, menggunakan dalih mengimginkan rumah yang tertib dan harmonis bagi anaknya. Mertua menganggap hal tersebut adalah hal yang wajar, namun berbeda dengan menantu dan anaknya, mereka menganggap bahwa mertua terlalu terlibat dalam hubungan rumah tangganya. (Subiyanto, h. 30-31)

Masalah sosial dalam kehidupan keluarga dan masyarakat mencakup berbagai tantangan yang dapat mempengaruhi kesejahteraan dan keharmonisan anggota keluarga, serta stabilitas sosial secara keseluruhan. Perbedaan pendapat antara orang tua dan anak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), komunikasi yang buruk, masalah keuangan, perselingkuhan, serta campur tangan mertua dalam urusan rumah tangga merupakan beberapa isu yang sering terjadi dan dapat menyebabkan ketegangan dalam keluarga. Masing-masing masalah ini tidak hanya berdampak pada hubungan antar individu dalam keluarga, tetapi juga memengaruhi perkembangan psikologis, emosional, dan sosial anggota keluarga, terutama anak-anak yang menjadi saksi dari permasalahan tersebut.