Menanam Harapan, Menyemai Kesadaran: CPPPK Wujudkan Ekoteologi di UIN Syahada Padangsidimpuan
Padangsidimpuan, 20/05/2025 — Udara pagi di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan terasa berbeda. Langit cerah, semangat menggelora, dan halaman kampus disulap menjadi ruang harapan: tempat di mana tangan-tangan baru menanam bibit masa depan.
Sebanyak 64 calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berkumpul di pelataran kampus untuk mengikuti sebuah gerakan yang lebih dari sekadar kegiatan lingkungan—mereka mengambil bagian dalam Implementasi Penguatan Ekoteologi, sebuah program nasional yang digagas oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar.




Semangat itu disambut hangat oleh Kepala Biro UIN Syahada Padangsidimpuan, Ali Murni, S.Ag., M.AP. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa aksi tanam pohon ini adalah langkah awal menuju cita-cita besar menjadikan kampus sebagai green campus yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menyuburkan kesadaran ekologis di kalangan sivitas akademika.
Acara dimulai dengan pembukaan yang khidmat, dibawakan oleh Oktayuwandi Tobing, S.Sos.I. Analis Kepagawain dimana acara dibuka dengan sambutan arahan dan bimbingan hangat dari Kepala Biro Ali Murni, S.Ag, M.A.P , dilanjutkan dengan pemaparan singkat mengenai makna ekoteologi—sebuah pendekatan spiritual dan ekologis yang menekankan bahwa semangat menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab keagamaan.
Kegiatan dilanjutkan dengan simbolisasi penanaman pohon pertama, yang dilakukan oleh perwakilan calon PPPK bersama jajaran pimpinan UIN Syahada Padangsidimpuan. Setelah itu, peserta lainnya secara terpisah bibit pohon matoa yang telah disiapkan di area yang telah ditentukan di lingkungan kampus. Tak hanya itu, setiap pohon yang ditanam dilengkapi dengan nama penanamnya, sebagai bentuk tanggung jawab personal dan komitmen jangka panjang untuk merawatnya hingga tumbuh subur dan berbuah.
“Ini bukan sekadar seremoni,” ujar salah satu peserta dengan penuh semangat. “Setiap pohon yang kami tanam akan diberi nama penanamnya, dan menjadi tanggung jawab kami untuk menjaganya hingga tumbuh subur dan berbuah.” Ujar Kepala Biro
Ali Murni, S.Ag., M.AP., selaku Kepala Biro UIN Syahada Padangsidimpuan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga menanam nilai dan kesadaran ekologis di dalam diri para ASN baru.
“Bibit yang kita tanam hari ini adalah simbol dari semangat menjaga ciptaan Tuhan. Kami ingin para calon PPPK tidak hanya berkarya secara profesional, tetapi juga memiliki empati dan tanggung jawab terhadap lingkungan kerja mereka,” ungkapnya
Ia menambahkan bahwa jumlah bibit pohon yang ditanam sebanyak 64 batang sesuai dengan jumlah peserta PPPK yang lulus pada tahun 2024. Ke depan, kegiatan ini akan menjadi bagian dari tradisi lingkungan kampus sebagai bentuk nyata kontribusi terhadap keberlanjutan ekosistem menuju pengembangan Green Campus.
Di akhir acara, para calon PPPK menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Menteri Agama, Rektor UIN Syahada beserta jajaran, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya proses seleksi hingga penempatan.
“Terima kasih atas kesempatan ini. Kami siap menjadi ASN yang tak hanya bekerja dengan hati, tetapi juga peduli terhadap lingkungan sekitar,” ungkap salah satu peserta usai menanam bibit pohon.
Semangat kebersamaan, tanggung jawab ekologis, dan cinta tanah air berpadu menjadi satu dalam momen ini. Musik penutup mengalun, menandai akhir kegiatan—namun juga menjadi awal dari komitmen panjang para calon P3K untuk menjaga bumi dari titik paling dekat: tempat mereka mengabdi. Di tanah kampus UIN Syahada yang subur, bibit-bibit pohon mulai tumbuh, bersama harapan yang juga mengakar kuat di hati mereka.