Benturan Antara Budaya Global Dan Budaya Lokal

Ditulis oleh Zakia Pane | Mahasiswi UIN Syahada Padangsidimpuan

Pendahuluan

Dalam era globalisasi yang semakin mempercepat interaksi antarbangsa, benturan antara budaya global dan budaya lokal menjadi semakin menonjol. Fenomena ini menciptakan tantangan kompleks dalam menjaga keberagaman budaya di tengah arus homogenisasi global. Globalisasi, dengan segala kemudahannya dalam pertukaran informasi, teknologi, dan komunikasi, seringkali dianggap sebagai ancaman bagi keberlangsungan budaya lokal. Budaya lokal, yang mencerminkan identitas, nilai, dan tradisi suatu komunitas, menjadi rentan terhadap pengaruh budaya global yang dominan.

Di satu sisi, budaya global membawa dampak positif dalam memperluas wawasan, memperkaya pengalaman, dan memfasilitasi kerjasama lintas batas. Namun, di sisi lain, asimilasi budaya global dapat mengancam keberagaman budaya lokal yang unik dan berharga. Budaya global seringkali dipandang sebagai entitas yang didominasi oleh kepentingan komersial dan industri hiburan, yang mungkin bertentangan dengan nilai- nilai dan tradisi budaya lokal yang lebih berakar. Perbedaan-perbedaan ini sering kali menjadi pemicu konflik budaya yang meruncing, memperumit upaya untuk mencapai keseimbangan yang harmonis antara budaya global dan lokal.

Dalam konteks ini, penting untuk mengembangkan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan dalam menghadapi benturan antara budaya global dan lokal. Upaya-upaya untuk mempromosikan dialog antarbudaya, memperkuat identitas budaya lokal, dan menghargai keberagaman menjadi kunci dalam merespons tantangan ini. Kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat sipil, sektor swasta, dan lembaga internasional, diperlukan untuk merancang kebijakan dan strategi yang memadukan kepentingan budaya global dengan kebutuhan pelestarian budaya lokal. Melalui pemahaman yang mendalam tentang dinamika interaksi antara budaya global dan lokal, diharapkan masyarakat dapat menjaga keberagaman budaya sebagai aset berharga yang memperkaya kemanusiaan. Dengan demikian, upaya kolaboratif dalam menjaga keseimbangan antara budaya global dan lokal menjadi esensial dalam mewujudkan dunia yang lebih inklusif, beragam, dan berkelanjutan.

Budaya Lokal

Ismail berpendapat bahwa budaya lokal adalah semua ide, kegiatan dan hasil kegiatan manusia dalam suatu kelompok masyarakat dilokasi tertentu dimana budaya lokal tersebut sampai sekarang masih tumbuh dan berkembang dikalangan masyarakat serta disepakati dan menjadi pedoman masyarakat. Sehingga semua sumber budaya likal tidak hanya sekedar nilai dan hasil kegiatan tradisional yang diwariskan nenek moyang ke masyarakat setempat, tetapi budaya lokal semua komponen atau unsur budaya yang memang dianggap dan berlaku dikalangan akan menjadi ciri khas dimasyarakat tersebut.(Indra Tjahyadi dkk, h. 30)

Menurut Clifford Geertz (dalam Tasmuji dkk, 2011: 154) mendefinisikan kebudayaan sebagai suatu sistem makna dan simbol yang disusun yang didalamnya mengandung pemahaman bagaimana setiap individu mendefinisikan dunianya,menyatakan perasaannya dan memberikan penilaian-penilainnya, yang pola maknanya ditransmisikan secara historis, dan diwujudkan dalam bentuk-bentuk simbolik melalui sarana komunikasi, pengabdian, dan pengembangan pengetahuan. Maka, dapat disimpulkan bahwa kebudayaan merupakan suatu sistem simbolik, yang keberadaannya haruslah dibaca, diterjemahkan dan diinterpretasikan.

Budaya lokal yang hidup biasannya lahir dari dorongan spritual masyarakat dan ritus ritus lokal yang secara rohani dan material sangat penting bagi kehidupan sosial suatu lingkungan masyarakat desa. Budaya lokal memiliki hubungan yang sangat erat dengan masyarakat disuatu lingkungan dengan seluruh kondisi alam di lingkungan tersebut. Ia ditampilkan dalam berbagai upacara adat suatu desa, bersih desa, misalnya dilakukan untuk menghormati roh nenek moyang sebagai penunggu desa. Maksud upacara agar desa dilimpahi kesejahteraan oleh penunggu tersebut. (Jurnal Ekspresi Seni, 2018)

Terlepas dari kepercayaan tersebut, upacara yang dilakukan dengan cara membersihkan desa menghasilkan dampak lingkungan yang baik. Apabila desa bersih dari limbah apapun maka alirannya yang berfungsi mengaliri persawahan akan lancar.ligkungan desa akan menjadi bersih dan sehat sehingga panen menjadi baik. Budaya lokal yang ditampilkan dalam upacara adat tersebut mempunyai fungsi yang sangat penting. Memberi dorongan solidaritas kepada masyarakat dalam rangka mempersatukan niat, kemauan dan perasaan mereka dalam menjalankan upacara tersebut. Budaya lokal sebagaimana seni yang lain secara historis selalu memiliki suasana konteksual, dimana seni tidak bisa dilihat tanpa fungsi tertentu bagi sebagian masyarakat masing-masing budaya.