Bahas Filosofi Dan Metodologi Penelitian, Pascasarjana IAIN Padangsidimpuan Gelar Studium General

Kamis (09/06/2022); Seseorang dapat diakui keilmuannya, saat dia mempu menguasai sejarah, bahasa juga menguasai filsafat beserta metodologinya, demikian yang disampaikan Dr. H. Fatahuddin Aziz Siregar, M.Ag selaku Direktur Pascasarjana IAIN Padangsidimpuan dalam sambutannya di acara Studium General hari ini. Kegiatan yang diikuti oleh 150 orang mahasiswa/mahasiswi program studi pascasarjana (S2) dan program strata S-1 IAIN Padangsidimpuan ini digelar di gedung Auditorium Syekh Ali Hasan Ahmad Addary IAIN Padangsidimpuan.

“Kita sangat mengapresiasi atas supporting dari Rektor juga unsur pimpinan IAIN Padangsidimpuan dalam acara ini. Harapan kita dengan terlaksananya stadium general ini, maka peserta (khususnya) dan mahasiswa pascasarjana (umumnya) menjadi handal dalam penelitian,” lanjut Direktur Pascasarjana IAIN Padangsidimpuan.

Sementara itu, Rektor IAIN Padangsidimpuan Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag menegaskan bahwa dalam menggapai predikat sebagai ilmuwan sejati tidak terlepas dari berpikir mandiri melalui filsafat. Menurut Beliau, sebagai induk dari segala ilmu pengetahuan, Filsafat harus juga dipelajari secara holistic sehingga semuanya bernilai ibadah.

“Semoga dengan kehadiran narasumber di acara kita ini, Bapak Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, MA akan menginspirasi dan memotivasi kita untuk terus belajar, belajar dan belajar, istilahnya adalah long life education. Ilmu Filsafat sendiri disebut dengan The Mother Of Knowledge dikarenakan fungsi filsafat itu mencari dan menemukan ilmu-ilmu baru. Oleh karena itu, kami berharap kepada seluruh mahasiswa yang hadir untuk mengikuti acara ini dengan seksama dan antusias sehingga target-target anda dalam dunia perkuliahan dapat segera anda raih,” tegas Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag

Rektor juga menyampaikan bahwa dalam kurun waktu dekat ini, IAIN Padangsidimpuan akan segera bertransformasi menjadi UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary, juga akan membuka program studi untuk jenjang Strata -3 (Program Doktor) bidang keilmuan Pendidikan Islam.

“Sekarang kita telah membuka Program Studi Magister Pascasarjana untuk Pendidikan Islam, Pendidikan Matematika, Ekonomi Islam, Hukum Islam dan Komunikasi Islam. Semoga dalam kurun waktu yang dekat ini juga kita akan membuka untuk jenjang Strata-3 atau Program Doktor bidang Pendidikan Islam. Semua capaian ini tidak terlepas dari kerjasama semua pihak, termasuk mahasiswa-mahasiswi juga dosen dan pegawai, dengan didukung oleh stakeholders, prinsip kita adalah One for All; All for One,” lanjut Rektor disambut dengan tepuk meriah peserta stadium general.

Prof. Dr. Ismail Fahmi Nasution, MA selaku narasumber menjelaskan urgensi penelitian dan berfikir secara filosofis untuk mengembangkan budaya akademik. Menurut Beliau, yang penting dari pengembangan akademik adalah proses pematangan individu dengan cara membaca dan terus belajar, secara umum adalah pemberdayaan skill individu.

“Mundurnya budaya akademik di generasi muda kita saat ini tidak terlepas dari kurang matangnya individunya, terlalu lama berada pada posisi zona nyaman, sehingga generasi muda kini tidaklah produktif, melainkan konsumtif. Oleh karena itu dalam penyelesaian masalah atau problem solving sangat dibutuhkan penelitian dengan berpikir filosofis,” pungkas Prof. Dr. Ismail Fahmi Nasution, MA