MENENTUKAN JUMLAH SAMPEL DALAM PENELITIAN
Ditulis oleh Dr. Ahmad Nizar Rangkuti, S. Si., M. Pd
Wakil Dekan bidang Akademik FTIK IAIN Padangsidimpuan
Dalam penelitian kuantitatif dilihat dari jumlah populasi, penelitian terbagi atas dua yaitu penelitian populasi dan penelitian sampel. Penelitian populasi dilakukan apabila si peneliti memungkinkan untuk melakukan pengambilan data secara total. Ini dapat dilakukan jika populasinya sedikit. Jika populasinya besar sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan penelitian populasi maka dapat dilakukan dengan mengambil sebagian dari populasi. Ini yang sering disebut dengan penelitian sampel.
Dalam proses pemilihan sampel peneliti harus memperhatikan tingkat keterwakilan (representative). Tingkat keterwakilan sangat dipengaruhi oleh besar sampel (jumlah anggota sampel). Semakin besar sampel, semakin mampu ia mewakili populasi darimana ia dipilih. Namun, belum ada ukuran sampel minimum yang diterima secara universal. Ukuran sampel yang tepat tergantung pada sejumlah faktor seperti jenis penelitian, besar populasi, dan apakah data akan dianalisis untuk sub-sub kelompok dalam penelitian atau tidak.
Dikaitkan dengan besarnya sampel, selain tingkat kesalahan, ada lagi beberapa faktor lain yang perlu memperoleh pertimbangan misalnya derajat keseragaman, biaya, waktu, dan tenaga yang tersedia. Makin tidak seragam sifat atau karakter setiap elemen populasi, makin banyak sampel yang harus diambil. Jika rencana analisisnya mendetail atau rinci maka jumlah sampelnya pun harus banyak. Misalnya, jumlah bank yang dijadikan populasi penelitian ada 400 buah. Pertanyaannya adalah, berapa bank yang harus diambil menjadi sampel agar hasilnya mewakili populasi?. Jawabnya tidak mudah. Ada yang mengatakan, jika ukuran populasinya di atas 1000, sampel sekitar 10 % sudah cukup, tetapi jika ukuran populasinya sekitar 100, sampelnya paling sedikit 30%, dan kalau ukuran populasinya 30, maka sampelnya harus 100%.
27 Comments