Appraisal Bahasa Wacana Wayang Kulit

Analisis Appraisal berkaitan dengan bahasa evaluasi, sikap dan emosi. Makna yang digunakan penutur atau di dalam teks adalah untuk membeda-bedakan tingkat keterlibatan penutur/penulis dengan bahasanya. Sistem apraisal dibagi tiga, yaitu keterlibatan (engagement), sikap (attitude), dan graduasi (graduation).
Erna Ikawati
Pertunjukan wayang kulit sebagai hiburan yang menjadi syarat dalam upacara religi ruwatan. Pada data primer pertunjukan wayang kulit ini adalah pertunjukan wayang kulit dipakai sebagai media ruwatan. Wayang kulit berfungsi sebagai media hiburan,sarana ritual,. media sosial,dan media dakwah yang bertujuan mengajarkan nilai-nilai sesuatu dan dogma agama, baik agama Hindu, Budha, Kristen, dan Islam. Pertunjukan wayang kulit dilakukan dalam rangka merayakan peristiwa penting, misalnya: kelahiran, sunatan, perkawinan itu, tidak hanya sebagai hiburan akan tetapi, pada perkembangannya, cerita-cerita atau lakon yang dipentaskan disesuaikan dengan kondisi dan keadaan yang sedang dialami oleh masyarakat (Aizid, 2012:38).Pertunjukkan wayang kulit memiliki nilai-nilai yang sangat esensial. Hal itu karena kisah wayang mengandung nilai-nilai filosofis: hamot, hamong, hamemangkat.
Mulyono (1983:18) menjelaskan simbolisme pada wayang dipandang sebagai realitas cerminan kehidupan dengan berbagai watak manusia dengan pelbagai perilakunya. Wayang adalah bias kehidupan, seperti halnya melihat kaca rias. Menyaksikan pertunjukan wayang kulit, yang dilihat bukan wayang kulitnya melainkan masalah sebagai konflik kehidupan nyata yang dibawa ke dalam watak tokoh wayang dengan berbagai persoalan kehidupan. Oleh karena itu, dikatakannya bahwa kita bukan melihat wayangnya, kita melihat realitas kehidupan di masyarakat yang dicerminkan melalui bayangan wayang sesuai naskah yang dipagelarkan.
Analisis Appraisal berkaitan dengan bahasa evaluasi, sikap dan emosi. Makna yang digunakan penutur atau di dalam teks adalah untuk membeda-bedakan tingkat keterlibatan penutur/penulis dengan bahasanya. Sistem apraisal dibagi tiga, yaitu keterlibatan (engagement), sikap (attitude), dan graduasi (graduation). Appraisal memfokuskan pada evaluasi sikap yang terdapat pada sebuah teks. Kekuatan perasaan yang terlibat di dalam sebuah teks dan cara bagaimana nilai itu bisa diperoleh serta pembaca di satukan (Martin, 2003:16). Di dalam appraisal, sikap dihubungkan dengan interaksi sosial. Fokus di dalam appraisal adalah sikap dan nilai yang di negosiasikan dengan pembaca.