Anggi Handayani Harahap Sabet Juara II lomba Story Telling Se-Sumatera

Jum’at (28/05/2021) Anggi Handayani Harahap Sabet Juara II dalam lomba Story Telling dalam ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) II Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Sumatera yang diakukan secara daring dari Rumah Akreditasi IAIN Padangsidimpuan. Rasa Haru dan bangga disampaikan oleh sang juara karena bisa menunjukkan prestasi dan  mempersembahkan medali untuk lembaga IAIN Padangsidimpuan.

“saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena diberikan amanah dalam ajang ini dan Alhamdulilah bisa menunjukkan prestasi dan mempersembahkan medali kepada IAIN Padangsidimpuan meraih juara II dalam bidang Story Telling”.ungkap Anggina

Anggi mahasiswa jurusan Tadris Bahasa Inggris ini tidak lupa memberikan ucapan terimakasih kepada seluruh yang mendoakan dan memberikan support kepada beliau.

“Ucapan terimakasih saya persembahkan kepada Rektor, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan kerjasama, pembimbing ,Official dan seluruh peserta kawan-kawan seperjuangan yang senantiasa mensupport  dalam event ini, dan tidak lupa ucapan yang sangat mendalam kepada orangtua yang selalu mendoakan atas keberhasilan saya”.ungkapnya

Rektor IAIN Padangsidimpuan melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr.  Sumper Mulia Harahap, M.Ag mengetahui keberhasilan Anggi merasa senang dan langsung memberikan apresiasi kepada sang juara.

“Selamat kepada saudari Anggi meraih medali juara II dalam lomba Story Telling dan selamat kepada kita semua, semoga keberhasilan ini awal untuk meraih prestasi cabang-cabang lomba yang lain. ungkapnya

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Juga menambahkan. “sebagai bentuk apresiasi kepada ananda akan diberikan fasilitas untuk ikut ke UIN IB Padang untuk menerima hadiah langsung dari Panitia bisa menyaksikan  pertandingan dan lomba yang lain untuk mejadi pengalaman”. terangnya

Penampilannya dalam Cabang lomba story Telling  dengan  judul “Sampuraga “ini dengan menggunakan  bahasa inggris sangat memukai mulai awal hingga akhir pantauan humas lewat join zoom meeting juri juga memberikan respon dengan aplus kepada peserta dari IAIN Padangsidimpuan.

Pesan dan iktibar dari cerita yang disampaikan  memberikan edukasi kepada setiap orang untuk selalu menghormati dan menghargai orangtua.

“alur cerita sampuraga ini adalahmengkisahkan sampuraga  awalnya anak yang baik, rajin, patuh terhadap orang tua, namun berubah menjadi anak yang sangat durhaka, anak yang tidak mengakui ibu kandung nya karena keberhasilannya mendapatkan harta dan tahta. Kedurhakaannya membuat Allah murka kepadanya.terang Anggi panggilan akrabnya.

Mahasiswa yang masih duduk  disemester VI Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan ini berharap cerita sampuraga tetap di ceritakan kepada generasi muda saat ini khususnya di wilayah Tapanuli Bagian Selatan.

“Kisah ini sangat cocok untuk terus dibudidayakan, diceritakan kepada generasi2 mendatang, agar mereka mengetahui murka Allah itu nyata, oleh sebab itu kita tidak boleh durhaka terhadap orang tua”.pungkasnya