Siapkan Pengembangan Jaringan Fiber Optik Kampus, UIN SYAHADA Tingkatkan Kompetensi SDM Bidang IT di ID-Networks Jakarta

Jakarta, 1 September 2026 — Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan terus mendorong peningkatan kompetensi Tenaga Kependidikan (Tendik), khususnya dalam pengelolaan infrastruktur teknologi informasi kampus. Upaya tersebut diwujudkan melalui pengiriman tiga orang Tendik untuk mengikuti Pelatihan Fiber Optic di ID-Networkers (IDN), Jakarta, pada 30 Agustus sampai 2 September 2026. Peserta yang ditugaskan adalah Candra Adi Putra, S.Kom., Kepala Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Pangkalan Data , Salli Winardi Rambe, S.Kom. (Pranata Komputer) , serta Muhammad Nanda Purba, S.Kom. (Pranata Komputer), yang ketiganya bertugas pada bidang pengelolaan teknologi informasi kampus.

ID-Networkers (IDN.ID) merupakan lembaga pelatihan teknologi informasi yang berfokus pada pengembangan keterampilan profesional di bidang jaringan komputer, pemrograman, administrasi sistem, dan keamanan siber. Berdasarkan informasi pada situs resminya, IDN menyediakan lebih dari 40 pilihan pelatihan, telah memiliki lebih dari 45.000 alumni dan 500 klien pelatihan korporasi. IDN juga didukung laboratorium dengan perangkat praktik, trainer bersertifikasi internasional dan berpengalaman, serta program yang mengacu pada teknologi dan sertifikasi berbagai vendor, seperti Cisco, MikroTik, Juniper, Ubiquiti, dan Fortigate. Selain pelatihan, IDN juga menyediakan fasilitas pendukung, termasuk kesempatan mengulang pelatihan dan layanan diskusi setelah pelatihan, sehingga lembaga ini memosisikan diri sebagai pusat pengembangan kompetensi profesional di bidang teknologi informasi.

Pemateri pelatihan Fiber Optic adalah Dimas Sabaruddin, trainer dari ID-Networkers (IDN) yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang jaringan serta teknologi fiber optik. Berdasarkan modul pelatihan, Dimas Sabaruddin juga seorang Praktisi di bidang jaringan Fiber Optik. Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar fiber optik, perangkat dan mekanisme kerja, penyambungan (splicing), pengukuran redaman dan link loss, OTDR, SFP, hingga implementasi PON dan FTTH. Dalam profil sertifikasinya, Dimas tercantum memiliki Certified Data Centre Professional (CDCP), Cisco Certified Network Associate (CCNA), Cisco Certified Network Professional Enterprise (CCNP Enterprise), Ubiquiti Broadband Wireless Admin (UBWA), MikroTik Certified Trainer (MTCUME), MikroTik Certified Network Associate (MTCNA), dan MikroTik Certified Routing Engineer (MTCRE).

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis agar mampu mendukung pengelolaan, pemeliharaan, serta pengembangan infrastruktur jaringan Fiber Optik UIN secara lebih profesional. Materi pelatihan memperkenalkan dasar-dasar fiber optik, prinsip kerja berdasarkan total internal reflection, struktur serat optik yang meliputi core, cladding, buffer/coating, strength fiber, dan jacket, serta keunggulan dan karakteristik fiber optik sebagai media transmisi data. Materi tersebut menjadi bekal penting bagi Tendik untuk memahami teknologi jaringan yang memiliki kecepatan transfer tinggi, kapasitas bandwidth besar, kemampuan transmisi jarak jauh, serta tahan terhadap gangguan elektromagnetik.

Selain pemahaman dasar, peserta juga mendapatkan keterampilan praktik penggunaan perangkat fiber optik, seperti Visual Fault Locator (VFL), Optical Power Meter (OPM), stripper, cleaver, dan fusion splicer. Pelatihan mencakup proses stripping, cleaving, hingga splicing, termasuk penerapan prosedur keselamatan dan standar kualitas penyambungan fiber optik. Peserta juga mempelajari penggunaan Optical Time Domain Reflectometer (OTDR) untuk mengukur loss, panjang kabel, splice loss, serta mengidentifikasi berbagai kejadian pada jalur fiber optik.

Materi lainnya meliputi mode transmisi single mode dan multimode, jenis konektor seperti SC, LC, ST, dan FC, sistem pewarnaan kabel, redaman (attenuation), link loss, SFP transceiver, hingga teknologi Passive Optical Network (PON) dan Fiber to the Home (FTTH). Pemahaman terhadap redaman dan perhitungan total link loss menjadi bagian penting karena setiap pembangunan jaringan fiber optik perlu mempertimbangkan panjang kabel, connector loss, dan splice loss. Peserta juga diperkenalkan dengan perangkat pendukung jaringan seperti OLT, ODC, ODP, closure, splitter, OTB, dan ONT sebagai bagian dari ekosistem jaringan berbasis fiber optik.

Keikutsertaan Tendik dalam pelatihan tersebut juga menjadi bukti komitmen Tim SDM Biro Administrasi Umum, Akademik, Perencanaan, dan Keuangan (AUAK) UIN Syahada dalam memfasilitasi peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Pelatihan ini didukung melalui sumber dana yang dikelola oleh Tim SDM Biro AUAK, sehingga pengembangan kemampuan teknis Tendik dapat dilakukan secara terarah sesuai kebutuhan pengelolaan infrastruktur kampus. Dengan peningkatan kompetensi tersebut, UIN Syahada memiliki sumber daya manusia yang semakin siap menghadapi kebutuhan transformasi infrastruktur jaringan di lingkungan perguruan tinggi.

Ke depan, UIN akan melakukan migrasi secara bertahap dari jaringan LAN berbasis UTP menuju jaringan berbasis fiber optik, terutama untuk konektivitas antargedung. Integrasi fiber optik antargedung diharapkan menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur jaringan kampus yang lebih cepat, andal, dan memiliki kapasitas yang lebih besar. Pelatihan ini menjadi salah satu langkah awal untuk menyiapkan Tendik agar mampu mendukung proses perencanaan, instalasi, pemeliharaan, troubleshooting, dan integrasi jaringan fiber optik antargedung sebagai bagian dari penguatan infrastruktur digital UIN Syahada.