Kapolres Baru Padangsidimpuan Silaturahmi ke UIN Syahada, Dorong Kolaborasi Atasi Persoalan Sosial

Padangsidimpuan, 3 September 2026 – Rektor Universitas Islam Negeri  Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag., menerima kunjungan silaturahmi Kapolres Padangsidimpuan yang baru, AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky, SH., SIK., MH., di ruang kerja Rektor UIN Syahada, Kamis (3/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum awal untuk memperkuat komunikasi dan membuka ruang kolaborasi antara institusi kepolisian dan perguruan tinggi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat Kota Padangsidimpuan.

Kapolres AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky datang didampingi jajaran Polres Padangsidimpuan. Sementara itu, Rektor UIN Syahada didampingi sejumlah unsur pimpinan kampus, mulai dari para Wakil Rektor, para Dekan Fakultas, Kepala Bagian (Kabag), hingga pimpinan unit di lingkungan UIN Syahada.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Kapolres menyampaikan bahwa kunjungannya merupakan bagian dari agenda silaturahmi sekaligus perkenalan setelah dirinya menerima amanah sebagai Kapolres Padangsidimpuan.

“Tujuan utama kedatangan kami ke kampus UIN Syahada ini adalah untuk bersilaturahmi. Saya baru menerima amanah sebagai Kapolres Padangsidimpuan, kurang lebih tiga bulan terakhir, sejak Juli yang lalu,” ujar AKBP Noval.

Menurutnya, selain sebagai ajang saling mengenal, kunjungan tersebut juga dimaksudkan untuk membangun komunikasi dan sinergi antara Polres Padangsidimpuan dengan UIN Syahada ke depan.

Ia menilai, keberadaan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membantu kepolisian menyikapi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat, terutama yang berkaitan dengan narkoba, kenakalan remaja, serta berbagai bentuk penyakit masyarakat atau patologi sosial.

“Kami tentu ingin berkolaborasi ke depan. Banyak hal yang perlu kita kerjasamakan dan kita sinergikan antara Polres Padangsidimpuan dengan UIN Syahada sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan, terutama dalam menyikapi berbagai problem sosial, narkoba, kenakalan remaja dan berbagai penyakit masyarakat,” katanya.

Kapolres juga berharap dukungan, masukan, maupun kritik konstruktif dari kalangan akademisi UIN Syahada dapat menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan kondisi masyarakat Padangsidimpuan yang semakin aman, tertib, dan kondusif.

“Kami dari pihak Polres mohon didukung dan juga diberi saran serta kritikan demi masyarakat kita yang lebih baik ke depan di daerah Kota Padangsidimpuan ini,” lanjutnya.

Rektor: Kampus dan Polres Harus Hadir Menyapa Masyarakat

Menanggapi harapan tersebut, Rektor UIN Syahada Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Kapolres Padangsidimpuan.

Menurut Rektor, pertemuan tersebut tidak hanya memiliki makna sebagai silaturahmi antarlembaga, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai program bersama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolres yang baru atas kunjungannya ke UIN Syahada. Apa yang menjadi pesan dari pertemuan ini, di samping silaturahmi, tentu kami dari pihak kampus menyambut baik harapan-harapan yang ingin diwujudkan bersama ke depan,” ujar Rektor.

Prof. Sumper menegaskan, UIN Syahada terbuka untuk membangun kolaborasi dan sinergi dengan Polres Padangsidimpuan, khususnya dalam upaya meminimalisasi kenakalan remaja dan berbagai persoalan sosial lainnya.

Ia bahkan mengusulkan agar ke depan kedua institusi dapat melahirkan program bersama yang tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus, tetapi juga menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

“Semoga ke depan akan ada satu program bersama, terjun langsung menyapa masyarakat. Kerja sama UIN Syahada dengan Polres Kota, misalnya, untuk mengajak masyarakat taat hukum, kampanye memberantas tempat-tempat maksiat, dan ini sangat bermanfaat kalau memang bisa kita wujudkan nanti,” kata Prof. Sumper. Gagasan tersebut, menurutnya, sejalan dengan peran perguruan tinggi yang tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian

Menguatkan Kearifan Lokal Dalihan Natolu

Dalam dialog tersebut, sejumlah pimpinan UIN Syahada juga menyampaikan berbagai masukan terkait bentuk sinergi yang dapat dibangun bersama Polres Padangsidimpuan.

Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pentingnya menguatkan kembali eksistensi budaya dan kearifan lokal yang menjadi karakteristik masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), khususnya Kota Padangsidimpuan.

Nilai-nilai adat dan budaya yang terangkum dalam filosofi Dalihan Natolu dinilai memiliki potensi besar sebagai salah satu instrumen sosial dalam membangun karakter, menjaga keharmonisan masyarakat, sekaligus mencegah berbagai persoalan sosial.

Penguatan tersebut dapat dilakukan melalui pemberdayaan berbagai unsur masyarakat, termasuk Naposo Nauli Bulung, yang selama ini memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

Pemberdayaan generasi muda melalui nilai-nilai adat dan budaya dinilai dapat menjadi salah satu pendekatan preventif dalam membangun akhlak, karakter, dan perilaku remaja agar terhindar dari narkoba, kenakalan remaja, serta berbagai bentuk perilaku menyimpang.

Selain itu, muncul pula gagasan untuk mendorong pemberdayaan kampung/lingkungan di wilayah Padangsidimpuan agar dapat dikembangkan menjadi ikon destinasi berbasis pendidikan, budaya, dan potensi lokal.

Konsep tersebut dinilai memungkinkan untuk dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor, dengan UIN Syahada mengambil peran melalui aspek pendidikan, penelitian, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat, sementara kepolisian berkontribusi dalam aspek keamanan, ketertiban, serta peningkatan kesadaran hukum masyarakat.

Pertemuan tersebut akhirnya menjadi ruang bertukar gagasan antara kepolisian dan civitas akademika UIN Syahada mengenai berbagai persoalan dan potensi yang ada di Kota Padangsidimpuan. Sinergi kedua institusi diharapkan tidak berhenti pada agenda silaturahmi, tetapi dapat diterjemahkan dalam program-program konkret yang hadir di tengah masyarakat. Kolaborasi berbasis edukasi, budaya, kesadaran hukum, serta pemberdayaan generasi muda menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun masyarakat Padangsidimpuan yang aman, berkarakter, dan memiliki ketahanan sosial yang kuat. (mr)