UIN SYAHADA Hadiri Sidang Kelulusan UM-PTKIN 2026, Menteri Agama Tekankan Lulusan PTKIN Harus Jadi Cendekiawan Berkarakter
Jakarta – Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan berpartisipasi dalam Sidang Kelulusan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN pada 27–28 Juni 2026 di The Grand Platinum Hotel Jakarta. Kegiatan ini di ikuti oleh para pimpinan PTKIN dari seluruh Indonesia sebagai forum penetapan hasil seleksi nasional calon mahasiswa baru .
Dalam kegiatan tersebut, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. Arbanur Rasyid, M.A., serta Penanggung Jawab Teknologi Informasi dan Komunikasi (PJ TIK), Candra Adi Putra, S.Kom. Kehadiran kedua delegasi merupakan bentuk komitmen UIN Syahada dalam mendukung penyelenggaraan proses seleksi nasional yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi informasi.
Sidang Kelulusan UM-PTKIN 2026 menjadi agenda strategis yang mempertemukan para pimpinan PTKIN untuk menetapkan hasil seleksi calon mahasiswa baru sekaligus membahas berbagai kebijakan pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. Selain agenda sidang kelulusan, peserta juga mengikuti sesi penguatan tata kelola perguruan tinggi, laporan Panitia Nasional PMB PTKIN, sambutan para pimpinan Kementerian Agama, serta pengarahan langsung dari Menteri Agama Republik Indonesia.
Dalam arahannya, Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A. menekankan bahwa lulusan PTKIN harus memiliki kompetensi keislaman yang kuat sekaligus mampu menjawab tantangan zaman. Salah satu penekanan penting adalah bahwa setiap alumni UM-PTKIN diharapkan mampu menjadi imam di tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai keagamaan tetap menjadi identitas utama lulusan PTKIN.

Menteri Agama juga menegaskan agar PTKIN tidak menolak calon mahasiswa hanya karena belum mampu membaca Al-Qur’an. Sebaliknya, perguruan tinggi harus hadir sebagai lembaga pendidikan yang membina dan meningkatkan kemampuan keagamaan mahasiswa sejak awal masa perkuliahan. Sejalan dengan hal tersebut, beliau menekankan bahwa mata kuliah Fikih Ibadah perlu menjadi mata kuliah wajib di seluruh fakultas, sehingga seluruh lulusan PTKIN, apa pun program studinya, memiliki pemahaman dasar keagamaan yang memadai.
Lebih lanjut, Menteri mengingatkan bahwa masyarakat menaruh harapan besar kepada lulusan PTKIN sebagai ahli agama, tanpa memandang disiplin ilmu yang ditempuh. Oleh karena itu, proses pendidikan harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas, pemahaman agama yang kuat, dan mampu menjadi teladan di lingkungan masyarakat. cendekiawan, yakni sosok yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, moral, dan nilai-nilai keagamaan. Menurut beliau, tujuan utama PTKIN adalah mencetak manusia cendekiawan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan masyarakat.
Selain kompetensi akademik, mahasiswa PTKIN juga didorong untuk memiliki talenta tambahan sebagai bekal memasuki dunia kerja. Menteri menyebutkan tiga bidang yang perlu dikembangkan, yaitu kesenian, sehingga lahir sarjana yang juga budayawan; olahraga sebagai pembentuk karakter dan kesehatan; serta penguasaan bahasa asing guna meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.
Di akhir arahannya, Menteri Agama menegaskan pentingnya membangun sistem pengukuran kinerja perguruan tinggi secara menyeluruh. Perguruan tinggi tidak cukup hanya mengukur input, tetapi juga harus mengevaluasi output, memahami outcome, hingga mengukur impact, yakni sejauh mana lulusan mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya dilihat dari jumlah lulusan, tetapi dari dampak positif yang dihasilkan para alumninya bagi bangsa dan negara.
Melalui keikutsertaan dalam Sidang Kelulusan UM-PTKIN 2026 ini, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung sistem penerimaan mahasiswa baru yang profesional, transparan, dan berintegritas, sekaligus berupaya mengimplementasikan berbagai kebijakan strategis Kementerian Agama dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam.
Bagi seluruh peserta Ujian Masuk PTKIN (UM-PTKIN) , hasil kelulusan dapat diakses secara online melalui website resmi UM-PTKIN ( https://pengumuman-um.ptkin.ac.id ) pada hari Selasa, 30 Juni 2026, mulai pukul 15.00 WIB. Calon mahasiswa diimbau menyiapkan nomor peserta untuk mengecek kelulusan.