Momentum Tahun Baru Hijriyah, Dharma Wanita Persatuan UIN Syahada Teguhkan Semangat Hijrah, Keteladanan, dan Penguatan Peran Keluarga”

Padangsidimpuan, 19/06/2026 – Pertemuan bulanan Dharma Wanita Persatuan  UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary  Padangsidimpuan kali ini berlangsung dengan nuansa yang berbeda. Kegiatan yang digelar di Aula UIN Syahada tersebut sarat dengan semangat menyambut Tahun Baru Hijriyah 1448 H, yang menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, kebersamaan, dan penguatan peran perempuan dalam keluarga maupun masyarakat.

Acara diawali dengan sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan UIN Syahada, Ny. JWS Sumper Mulia Harahap, yang menyampaikan sejumlah pesan penting kepada seluruh anggota. Dalam arahannya, beliau mengingatkan bahwa dengan telah terbentuknya kepengurusan baru Dharma Wanita Persatuan di tingkat biro, seluruh anggota diharapkan semakin meningkatkan komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi.

Beliau menegaskan pentingnya memahami serta melaksanakan ketentuan organisasi, termasuk kepatuhan terhadap atribut dan tata cara berpakaian yang telah ditetapkan. Menurutnya, keseragaman atribut bukan sekadar penampilan, melainkan simbol identitas, kebersamaan, dan kekompakan anggota Dharma Wanita Persatuan.

Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya membangun kedisiplinan dalam setiap kegiatan organisasi. Kedisiplinan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menjalankan program-program kerja serta mencerminkan profesionalisme sebagai bagian dari keluarga besar UIN Syahada.

Lebih lanjut, Ny. JWS Sumper Mulia Harahap mengajak seluruh anggota untuk terus memantaskan diri sebagai bagian dari civitas akademika UIN Syahada. Sebagai istri maupun keluarga besar aparatur yang mengabdi di lingkungan perguruan tinggi Islam, anggota Dharma Wanita Persatuan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga akhlak, sikap, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai bagian dari UIN Syahada, kita harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Menjaga akhlak, etika, serta menunjukkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Islam adalah tanggung jawab yang harus kita emban bersama,” ungkap beliau dalam sambutannya.

Melengkapi rangkaian kegiatan pertemuan ini yang bertepatan dengan momentum Tahun Baru Hijriyah 1448 H, para anggota juga mendapatkan siraman rohani seputar makna hijrah melalui penyampaian materi oleh narasumber, Ny. Rayendriani Arbanur Rasyid.

Dalam pemaparannya, beliau mengajak seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan untuk menjadikan Tahun Baru Hijriyah sebagai momentum refleksi diri dan keluarga dalam melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Hijrah, menurut beliau, tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat sebagaimana sejarah hijrahnya Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai proses perubahan sikap, pola pikir, dan perilaku ke arah yang lebih positif serta lebih dekat kepada nilai-nilai ajaran Islam.

Beliau menekankan bahwa perubahan besar selalu diawali dari diri sendiri dan lingkungan keluarga. Oleh karena itu, setiap anggota Dharma Wanita diharapkan mampu menjadi motor penggerak kebaikan di dalam rumah tangga, dengan membangun suasana keluarga yang harmonis, religius, penuh kasih sayang, serta menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah kepada anak-anak dan anggota keluarga lainnya.

“Momentum Tahun Baru Hijriyah hendaknya menjadi pengingat bagi kita untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia. Ketika perubahan dimulai dari diri dan keluarga, maka dampaknya akan meluas kepada lingkungan dan masyarakat,” ungkap beliau.

Melalui momentum Tahun Baru Hijriyah ini, diharapkan seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan UIN Syahada dapat menjadikan semangat hijrah sebagai inspirasi untuk terus memperbaiki diri, memperkuat ketahanan keluarga, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Dengan demikian, nilai-nilai kebaikan yang tumbuh dari individu dan keluarga akan menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.(mr)