“UIN Syahada Dukung Kampus Bersinar 2026, Perkuat Edukasi dan Pencegahan Narkoba di Lingkungan Kampus”
Padangsidimpuan, 6 Juni 2026 – UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan mendukung program Kampus Bersinar 2026 (Kampus Bersih Narkoba). Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. H. Ikhwanuddin Harahap, M.Ag,. dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) KAMPUS BERSINAR 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tapanuli Selatan pada Jumat, 5 Juni 2026 bertempat di Aula kantor BNNK Tapanuli Selatan dengan Tema Penguatan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di Kampus melalui Implementasi Tes Urine sebagai Upaya Deteksi Dini.

FGD ini dihadiri berbagai perguruan tinggi di Kota Padangsidimpuan: UIN Syahada Padangsidimpuan, Universitas Graha Nusantara (UGN), Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS), Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, Universitas Aufa Royhan (UNAR) Padangsidimpuan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Sentral Padangsidimpuan.
Kepala BNNK Tapanuli Selatan, Bapak Basten Simamora, S.H., M.H. dalam sambutannya mengatakan bahwa FGD ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi BNNK Tapanuli Selatan dengan seluruh perguruan tinggi di Kota Padangsidimpuan. Koordinasi dengan UIN Syahada Padangsidimpuan dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 2026 di Ruang Kerja Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan. Kepala BNNK menyampaikan bahwa Indonesia Emas 2045 harus didukung oleh sumber daya manusia yang bersih dari narkoba. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Beliau mengharapkan program tes urine dapat diwujudkan di perguruan tinggi sebagai langkah dan upaya kongkrit untuk mewujudkan program Kampus Bersinar 2026.
Peserta FGD yang dihadiri para Wakil Rektor/Ketua menyambut baik gagasan Kepala BNNK Tapanuli Selatan, karena program ini nantinya akan memberikan kepastian bahwa seluruh mahasiswa di Kota Padangsidimpuan bebas dari narkotika. Peserta akan menyampaikan gagasan ini kepada Rektor/Ketua di kampus masing-masing karena menyangkut biaya yang dibutuhkan untuk melakukan tes urine.

Dr. H. Ikhwanuddin Harahap, M.Ag menyampaikan bahwa perlu sosialisasi dan edukasi bahaya narkoba, dan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) anti narkoba di kampus masing-masing. Hal ini merupakan langkah preventif dala pencegahan dan penyalahgunaan narkoba. Khusus untuk kegiatan sosialisasi dan edukasi, UIN Syahada Padangsidimpuan telah melaksanakannya setiap tahun yaitu pada saat Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) untuk mahasiswa baru, dan tahun 2026 ini tetap diagendakan pada pertengahan bulan agustus 2026 untuk mahasiswa baru.