Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan: Keteladanan Menteri Agama adalah Cerminan Pemimpin Sejati

Padangsidimpuan – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syahada Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag, memberikan tanggapan atas aksi demonstrasi yang berlangsung beberapa hari lalu di depan Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Demonstrasi tersebut dilakukan oleh sekelompok orang dengan menyampaikan narasi yang dinilai sebagai fitnah terhadap Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.

Menanggapi aksi tersebut, Menteri Agama dengan sikap penuh kebijaksanaan menemui para demonstran, memberikan klarifikasi, dan bahkan memberikan maaf kepada koordinator aksi yang kemudian mengakui kesalahannya. Menanggapi permohonan maaf para demonstran tersebut, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dengan bijaksana menerima mereka dan menekankan pentingnya mencari informasi yang benar sebelum menyebarkan tuduhan. Ia juga menyayangkan adanya pihak yang diduga memiliki kepentingan tertentu dibalik aksi tersebut.

“Saya tidak tau siapa dibalik ini semua. Demonstrasi tidak mendasar serta sebaran foto dan video saya dengan narasi yang begitu penuh dendam, yang pasti amanah yang saat ini kami emban merupakan amanah dari Presiden tanpa meminta. Begitupun dengan keberadaan kami selaku imam mesjid Istiqlal, hal ini merupakan permintaan Presiden agar kami tetap menjadi imam besar. Semoga semua mendapat hidayah,” ujar Prof. KH. Nasaruddin Umar.

Tanggapan Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan Prof. Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag turut mengapresiasi sikap Menteri Agama yang menunjukkan keteladanan dalam menghadapi fitnah dengan kepala dingin dan penuh kasih sayang. “Sikap Ini adalah cerminan karakter seorang pemimpin yang bijak dan memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa. Dalam situasi yang penuh tantangan, beliau tetap mengedepankan kasih sayang dan nilai-nilai kemanusiaan. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua, terutama dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang,M.Ag menekankan pentingnya membangun budaya tabayyun atau klarifikasi sebelum menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. “Dalam era digital ini, informasi sangat mudah tersebar. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri untuk mencari kebenaran terlebih dahulu sebelum menerima atau menyebarkan suatu berita. Fitnah adalah tindakan yang lebih kejam dari pembunuhan, dan kita harus senantiasa menjaga diri dari perilaku yang dapat merugikan orang lain,” tambahnya.

Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Idul Fitri sebagai ajang introspeksi diri, saling memaafkan, dan mempererat silaturahim. “Idul Fitri adalah hari kemenangan, di mana kita kembali kepada fitrah sebagai manusia yang penuh kasih sayang dan kedamaian. Mari kita jadikan momen ini untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tuturnya.

Sebagai penutup, Prof. Darwis Dasopang mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Islam. “Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita senantiasa diberkahi oleh Allah SWT dan terus menjaga nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.”

Sikap penuh kasih sayang dan kelembutan hati yang ditunjukkan oleh Menteri Agama mendapat pujian dari berbagai kalangan diantaranya Ketua Forum Rektor PTKN, para rektor dan akademisi PTKIN. Ketua Forum Rektor PTKIN, Prof. Masnun Tahir. Menurutnya, tindakan tersebut adalah contoh nyata dari uswatun hasanah, terutama di bulan suci Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. “Ini adalah cerminan kekuatan batin, karakter, dan spiritualitas beliau. Beliau mengajarkan kita untuk mendahulukan kasih sayang dan memaafkan sesama, bahkan dalam kondisi yang sangat sulit,” ujar Prof. Masnun.