Pengumupulan Data Kinerja Guru Besar di UIN Syahada Padangsidimpuan dan IAKN Tarutung: Upaya Meningkatkan Mutu Akademik
Padangsidimpuan, 18/10/2024 — Di balik megahnya dunia akademik, ada tanggung jawab besar yang diemban oleh mereka yang berdiri di puncak karier, yaitu para guru besar. Mereka tidak hanya dituntut untuk mengajar dan membimbing mahasiswa, tetapi juga harus terus berinovasi dalam penelitian serta aktif berkontribusi dalam pengabdian masyarakat. Seiring dengan meningkatnya ekspektasi terhadap kinerja guru besar, Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Inspektorat Jenderal melaksanakan audit kinerja di dua perguruan tinggi, yakni Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan dan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, pada 13 hingga 25 Oktober 2024.
Kegiatan yang dipimpin oleh Yulianti Rini Fadilah sebagai Ketua Tim, dengan M. Farid Ma’Ruf sebagai Pengendali Teknis dan Endang Widiyawati sebagai Anggota Tim, bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi terkait kinerja para guru besar di kedua perguruan tinggi tersebut. Audit ini bukan hanya sekadar evaluasi, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui pemetaan kinerja, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik di masa mendatang.
Sambutan dari Pimpinan Perguruan Tinggi
Pada tanggal 15 Oktober 2024, pembukaan resmi kegiatan pengumpulan data diadakan di Ruang Rapat Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Syahada Padangsidimpuan. Dr. Anhar, M.A., Wakil Rektor II UIN Syahada Padangsidimpuan, menyampaikan sambutan hangat kepada seluruh peserta yang hadir. Ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari peningkatan mutu akademik di lingkungan kampus. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Tim Auditor dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Kami siap bekerja sama dalam memberikan data yang dibutuhkan untuk kepentingan audit ini,” ujar Dr. Anhar di hadapan peserta yang terdiri dari para guru besar, pimpinan fakultas, dan perwakilan dari IAKN Tarutung yang hadir secara daring melalui Zoom.
Tak ketinggalan, sambutan juga diberikan oleh Dr. Elisamark Sitopu, M.Th., Wakil Rektor II IAKN Tarutung, yang hadir secara virtual. Dalam pesannya, beliau menyampaikan bahwa pengumupulan data kinerja ini sangat penting bagi pengembangan institusi, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan dan peran para guru besar. “Kami berharap hasil audit ini dapat memberikan masukan berharga untuk pengembangan akademik di IAKN Tarutung, sekaligus memperkuat upaya kami dalam menciptakan lebih banyak guru besar di masa mendatang,” ungkapnya dengan penuh harap.






Guru Besar di UIN Syahada Padangsidimpuan dan IAKN Tarutung
Manfaat Pengumpulan Data Kinerja bagi Guru Besar
Dalam sosialisasi yang disampaikan oleh M. Farid Ma’Ruf, dijelaskan bahwa pengawasan dan pengumpulan data kinerja guru besar merupakan bagian dari manajemen modern yang diterapkan oleh Kementerian Agama. Pengumpulan data dan informasi secara sistematis ini bertujuan untuk memberikan evaluasi yang obyektif terhadap kinerja guru besar, yang pada akhirnya dapat memberikan dampak positif bagi institusi.
Ada beberapa manfaat utama dari audit ini, di antaranya:
Pengambilan keputusan berbasis data: Data kinerja yang terkumpul akan menjadi dasar kuat bagi pimpinan perguruan tinggi dalam membuat keputusan strategis, baik dalam hal pengembangan akademik maupun administrasi.
Evaluasi dan perbaikan masalah: Dengan adanya audit, berbagai masalah terkait kinerja dapat diidentifikasi dan diperbaiki, sehingga dapat menciptakan lingkungan akademik yang lebih produktif dan berkualitas.
Mendukung penelitian ilmiah: Audit ini juga mendukung pengembangan penelitian ilmiah, dengan menyediakan data yang valid untuk analisis yang lebih mendalam, baik untuk kepentingan penelitian akademik maupun kebijakan.
Mengidentifikasi tren dan pola: Dengan menganalisis data yang terkumpul, tim auditor dapat melihat tren dan pola dalam kinerja guru besar, yang bisa menjadi acuan dalam perumusan kebijakan di masa depan.
Mendorong inovasi di masa depan: Data yang dianalisis dapat digunakan untuk memacu inovasi, baik dalam pengajaran, penelitian, maupun pengabdian masyarakat.
Selain manfaat audit ini, M. Farid Ma’Ruf juga memberikan paparan mengenai peran guru besar yang sangat sentral dalam ekosistem pendidikan tinggi. Guru besar tidak hanya sekadar gelar akademik, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab yang besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi terhadap masyarakat. Dalam konteks pendidikan tinggi di Indonesia, guru besar menjadi ikon yang menarik minat mahasiswa dan berperan penting dalam meningkatkan reputasi institusi.
Proses Pengumpulan Data: Langkah Penting Menuju Evaluasi Kinerja
Audit kinerja guru besar ini berlangsung dalam beberapa tahapan. Pertama, tim auditor mengumpulkan data secara langsung di kampus UIN Syahada Padangsidimpuan dengan melibatkan para guru besar, pimpinan fakultas, serta unit-unit pendukung seperti Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan Satuan Pengawas Internal (SPI). Selama proses ini, tim auditor melakukan verifikasi terhadap dokumen-dokumen yang disediakan, mulai dari karya ilmiah yang telah dipublikasikan, laporan pengajaran, hingga laporan kegiatan pengabdian masyarakat.
Di IAKN Tarutung, meski kegiatan dilakukan secara daring melalui Zoom, para guru besar dan staf akademik tetap berperan aktif dalam menyediakan data yang dibutuhkan. Kolaborasi jarak jauh ini tidak mengurangi semangat para peserta untuk memberikan yang terbaik dalam mendukung kelancaran proses audit.
Dalam setiap sesi pengumpulan data, tim auditor juga memberikan panduan teknis dan masukan mengenai aspek-aspek yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan. Hal ini diharapkan dapat membantu para guru besar dalam memahami lebih baik standar yang diharapkan, serta mendorong peningkatan kinerja mereka ke depannya.
Tanggung Jawab Besar di Balik Gelar Guru Besar
Guru besar, sebagai jabatan akademik tertinggi, memiliki tanggung jawab yang besar. Mereka dituntut untuk memberikan kontribusi signifikan tidak hanya dalam pengajaran, tetapi juga dalam penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam paparannya, M. Farid Ma’Ruf menekankan pentingnya peran guru besar dalam menjaga integritas akademik dan memajukan ilmu pengetahuan.







Kewajiban seorang guru besar meliputi beberapa hal utama, yaitu:
Mengajar di tingkat sarjana, pascasarjana, dan program doktoral: Guru besar diharapkan mampu memberikan pengajaran yang berkualitas di semua jenjang pendidikan tinggi.
Melakukan penelitian dan publikasi ilmiah: Salah satu tugas penting guru besar adalah melakukan penelitian dan menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan di jurnal bereputasi.
Membimbing mahasiswa: Guru besar berperan dalam membimbing mahasiswa, terutama mereka yang sedang menyusun skripsi, tesis, atau disertasi.
Mengabdi kepada masyarakat: Pengabdian masyarakat merupakan salah satu pilar tridharma perguruan tinggi, di mana guru besar diharapkan berkontribusi sesuai dengan keahliannya, baik melalui pelatihan, pemberdayaan, atau konsultasi.
Menjaga etika akademis dan integritas: Etika dan integritas akademik adalah fondasi penting dalam dunia pendidikan tinggi. Guru besar harus menjadi contoh dalam menjaga standar ini.
Menulis buku dan karya ilmiah: Selain melakukan penelitian, guru besar juga diharapkan mampu menulis buku dan karya ilmiah yang dapat dijadikan referensi bagi mahasiswa dan akademisi lainnya.
Menyebarluaskan gagasan keilmuan: Guru besar harus mampu menyebarkan ilmu pengetahuannya melalui forum-forum akademik, seminar, dan konferensi, serta terlibat dalam upaya pemecahan masalah di masyarakat.
Penutupan Kegiatan Pengumupulan Data: Menuju Peningkatan Mutu Akademik
Setelah serangkaian kegiatan pengumpulan data dan informasi selesai, acara penutupan dilakukan pada akhir Oktober 2024. Bertempat di Ruang Kepala Biro Rektorat UIN Syahada Padangsidimpuan, acara penutupan dihadiri oleh tim auditor, para pimpinan perguruan tinggi, serta perwakilan guru besar dari kedua institusi. Dalam sambutannya, M. Farid Ma’Ruf kembali mengingatkan pentingnya peran guru besar dalam dunia akademik. Ia menekankan bahwa audit ini adalah bagian dari upaya untuk menjaga kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. “Kami berharap hasil dari audit ini dapat menjadi pijakan bagi perbaikan ke depan, serta mendorong peningkatan kinerja guru besar di masa yang akan datang,” ujarnya.
Rektor IAKN Tarutung, Prof. Dr. Albiner Siagian, juga memberikan sambutan secara virtual dalam acara penutupan. Ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan audit ini dan berharap agar hasilnya dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan institusi. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan akademik, serta mendorong lahirnya lebih banyak guru besar di IAKN Tarutung,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor II UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Anhar, M.A., menegaskan bahwa kegiatan pengumpulan data ini merupakan bagian dari upaya untuk menerapkan manajemen modern di perguruan tinggi, sesuai dengan regulasi yang ada. “Kami sangat berterima kasih atas kerja sama yang baik dari seluruh pihak. Pengumpulan data ini adalah wujud komitmen kami dalam menjaga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, dan kami berharap dapat terus meningkatkan mutu akademik di UIN Syahada Padangsidimpuan Padangsidimpuan,” ungkapnya.






Kehadiran Peserta
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak dari UIN Syahada Padangsidimpuan dan IAKN Tarutung. Dari UIN Syahada, hadir beberapa pejabat penting, di antaranya Dr. Anhar, M.A. (Wakil Rektor II), Dr. Erawadi (Wakil Rektor I), Dr. Ikhwanuddin Harahap (Wakil Rektor III), serta Ali Murni, S.Ag., MAP (Kepala Biro Rektorat). Selain itu, para guru besar UIN Syahada, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Dr. H. Akhiril Pane, dan Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) Hj. Dewi Ade Yuni, S.E., M.M., juga turut hadir.
Dari IAKN Tarutung, hadir Wakil Rektor II, Dr. Elisamark Sitopu, M.Th., bersama dengan beberapa staf akademik, seperti Amid Hutabarat, S.Th., M.Pd.K, dan Dame Taruli Simamora dari LPM IAKN Tarutung, serta Dr. Oktober Tua Aritonang dari LPPM IAKN Tarutung. Para guru besar dari IAKN Tarutung mengikuti kegiatan ini melalui platform Zoom.
Acara penutupan dengan salam-sapa dari para peserta serta silaturrahmi dengan harapan agar hasil data yang dikumpulkan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di kedua perguruan tinggi, serta memberikan dampak positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Audit kinerja guru besar yang dilakukan di UIN Syahada Padangsidimpuan dan IAKN Tarutung ini bukan hanya sekadar evaluasi administratif, tetapi langkah strategis dalam upaya meningkatkan mutu akademik. Keterlibatan aktif para guru besar, pimpinan fakultas, dan tim auditor mencerminkan komitmen bersama untuk memajukan pendidikan tinggi di Indonesia. Hasil dari audit ini diharapkan dapat menjadi pijakan penting dalam pengembangan institusi, serta mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru di dunia akademik.