600 Wisudawan UIN Syahada Dilepas: Rektor Ungkap Pesan Presiden Prabowo dalam Pertemuan dengan Para Rektor di Jakarta

Padangsidimpuan, 12 April 2025 — Dalam suasana khidmat dan penuh semangat, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan mewisuda 600 mahasiswa dari berbagai jenjang dan program studi melalui Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-51 dan Pascasarjana ke-24, Sabtu (12/4). Momen ini tidak hanya menarik perhatian karena jumlah wisudawan yang besar, tetapi juga karena visi global yang disampaikan oleh Rektor UIN Syahada dalam pidatonya.

Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag, dalam sambutannya, mengungkapkan pesan penting dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. yang disampaikan oleh presiden pada pertemuan dengan para rektor di di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/3/2025) digelar secara tertutup. Pesan tersebut terkait dengan kesiapan perguruan tinggi menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

“Baru-baru ini, kami mendapatkan kehormatan untuk bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan tersebut, beliau menekankan pentingnya pemahaman isu global serta dampaknya terhadap Indonesia. Beliau mendorong kami sebagai akademisi untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks,” ucapnya.

“Presiden menekankan pentingnya pemahaman isu-isu global dan dampaknya terhadap Indonesia. Beliau mendorong kami, para akademisi, untuk menyusun langkah-langkah strategis menghadapi era yang semakin kompleks,” ujar Prof. Darwis di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan komitmen Presiden Prabowo untuk meningkatkan dana riset nasional hingga mencapai 1% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian bangsa, terutama di bidang pangan, energi, dan hilirisasi sumber daya alam.

Rektor mengungkapkan, UIN Syahada Padangsidimpuan, menyambut baik dan berkomitmen untuk berkontribusi menciptakan solusi inovatif dan relevan bagi tantangan bangsa.

“Kami percaya bahwa riset relevan akan menjadi pilar utama dalam mendukung pembangunan bangsa,” jelas Prof Muhammad Darwis.

Wisuda Perdana Tiga Guru Besar Baru

Momentum wisuda kali ini menjadi istimewa karena merupakan wisuda perdana setelah Prof. Muhammad Darwis Dasopang meraih gelar profesor bersama dua tokoh akademik lainnya: Prof. Erawadi (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan) dan Prof. Arbanur Rasyid (Ketua LPPM). Sebanyak 600 wisudawan berasal dari lima fakultas, yakni: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH): 57 orang, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK): 35 orang, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK): 309 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI): 152 orang dan Pascasarjana: 47 orang

Prosesi dimulai dengan penghargaan bagi wisudawan terbaik dari setiap program studi, yang turut menerima bantuan simbolis dari mitra perbankan: Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Sumut Syariah.

Pencapaian Akademik dan Sejarah Institusi

Dalam sambutannya, Rektor juga menyoroti kemajuan signifikan UIN Syahada, termasuk pembukaan empat program doktoral (Dakwah dan Komunikasi, Ekonomi Islam, Hukum Islam, dan Kependidikan Islam) pada awal 2025. Ia juga menyebutkan penambahan empat jurnal terakreditasi nasional, menjadikan total 23 jurnal yang kini dimiliki kampus tersebut.

“Ini adalah bukti bahwa UIN Syahada bergerak maju, siap bersaing di kancah nasional dan internasional,” ucapnya. Ia juga menegaskan bahwa UIN Syahada memiliki akar sejarah yang panjang, dimulai dari pendirian PERTINU tahun 1962, hingga menjadi UIN pada tahun 2022.

Ajakan Menjadi Agen Perubahan

Menutup pidatonya, Prof. Darwis mengajak seluruh wisudawan untuk menjadi agen perubahan bagi bangsa dan dunia. “Wisuda bukan akhir perjalanan, tetapi awal kontribusi kalian untuk umat dan tanah air. Mari wujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera, dengan semangat kemanusiaan dan keilmuan yang universal,” pesannya.